Sains-Inreligion
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ _________________________________________________________________Kaulinan
-
Langgan
-
Tulisan Terakhir
- Foto Melempar Jumrah Dulu dan Kini.
- Mampukah Manusia Mengubah Takdir ?
- kok meneng bae…
- Galaksi Terluar Ditemukan
- Penyelewengan Manfaat Rekayasa Tubuh
- Hasil Test Psi : Mengalami Penurunan Daya Ingat
- Ketika Teguran Itu Datang.
- Sapi Lebih Mirip Ikan Paus Dari Pada Kuda.
- Kartun Nabi; Bagaimana Sikap Ummat Islam ?
- Teori “Perancangan Bodoh dan Perancangan Cerdas”
- Seberapa Iba Kita Kepada Kepedihan Saudara Kita !.
- Seberapa Dekat Kita Dengan Simpanse?
- Online Dengan Allah 24 Jam
- Akhirnya Lapindo Mendapat Medali Emas !
- Foto Ka’bah Sepanjang Waktu
TEORI EVOLUSI: PENIPUAN ILMIAH PALING TERSOHOR SEPANJANG SEJARAH
Ditulis oleh agorsiloku di/pada Maret 31, 2007
Sebagian orang yang pernah mendengar “teori evolusi” atau “Darwinisme” mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh sedikit pun terhadap kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia. Filsafat tersebut adalah “materialisme”, yang mengandung sejumlah pemikiran penuh kepalsuan tentang mengapa dan bagaimana manusia muncul di muka bumi. Materialisme mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah esensi dari segala sesuatu, baik yang hidup maupun tak hidup. Berawal dari pemikiran ini, materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha Pencipta.
Di abad ke-20, teori evolusi telah terbantahkan tidak hanya oleh ilmu biologi molekuler, tapi juga oleh paleontologi, yakni ilmu tentang fosil. Tidak ada sisa fosil yang mendukung evolusi yang pernah ditemukan dalam penggalian yang dilakukan di seluruh penjuru dunia
Fosil adalah sisa jasad makhluk hidup yang pernah hidup di masa lampau. Bentuk dan susunan kerangka makhluk hidup, yang tubuhnya segera terlindungi dari sentuhan udara, dapat terawetkan secara utuh. Sisa kerangka ini memberi kita keterangan tentang sejarah kehidupan di bumi. Jadi, catatan fosil lah yang memberikan jawaban ilmiah terhadap pertanyaan seputar asal usul makhluk hidup.
PENDAPAT DARWIN
Teori evolusi menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang beraneka ragam berasal dari satu nenek moyang yang sama. Menurut teori ini, kemunculan makhluk hidup yang begitu beragam terjadi melalui variasi-variasi kecil dan bertahap dalam rentang waktu yang sangat lama. Teori ini menyatakan bahwa awalnya makhluk hidup bersel satu terbentuk. Selama ratusan juta tahun kemudian, makhluk bersel satu ini berubah menjadi ikan dan hewan invertebrata (tak bertulang belakang) yang hidup di laut. Ikan-ikan ini kemudian diduga muncul ke daratan dan berubah menjadi reptil. Dongeng ini pun terus berlanjut, dan seterusnya sampai pada pernyataan bahwa burung dan mamalia berevolusi dari reptil.
Seandainya pendapat ini benar, mestinya terdapat sejumlah besar “spesies peralihan” (juga disebut sebagai spesies antara, atau spesies mata rantai) yang menghubungkan satu spesies dengan spesies yang lain yang menjadi nenek moyangnya. Misalnya, jika reptil benar-benar telah berevolusi menjadi burung, maka makhluk separuh-burung separuh-reptil dengan jumlah berlimpah mestinya pernah hidup di masa lalu. Di samping itu, makhluk peralihan ini mestinya memiliki organ dengan bentuk yang belum sempurna atau tidak lengkap. Darwin menamakan makhluk dugaan ini sebagai “bentuk-bentuk peralihan antara”.
Skenario evolusi juga mengatakan bahwa ikan, yang berevolusi dari invertebrata, di kemudian hari merubah diri mereka sendiri menjadi amfibi yang dapat hidup di darat. (Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan di air, seperti katak). Tapi, sebagaimana yang ada dalam benak Anda, skenario ini pun tidak memiliki bukti. Tak satu fosil pun yang menunjukkan makhluk separuh ikan separuh amfibi pernah ada.
Dia saat mengemukakan teori ini, ia tidak dapat menunjukkan bukti-bukti fosil bentuk peralihan ini. Dengan kata lain, Darwin sekedar menyampaikan dugaan yang tanpa disertai bukti.
COELACANTH TERNYATA MASIH HIDUP
Hingga 70 tahun yang lalu, evolusionis mempunyai fosil ikan yang mereka yakini sebagai “nenek moyang hewan-hewan darat”. Namun, perkembangan ilmu pengetahuan meruntuhkan seluruh pernyataan evolusionis tentang ikan ini. Ketiadaan fosil bentuk peralihan antara ikan dan amfibi adalah fakta yang juga diakui oleh para evolusionis hingga kini. Namun, sampai sekitar 70 tahun yang lalu, fosil ikan yang disebut coelacanth diterima sebagai bentuk peralihan antara ikan dan hewan darat. Evolusionis menyatakan bahwa coelacanth, yang diperkirakan berumur 410 juta tahun, adalah bentuk peralihan yang memiliki paru-paru primitif, otak yang telah berkembang, sistem pencernaan dan peredaran darah yang siap untuk berfungsi di darat, dan bahkan mekanisme berjalan yang primitif. Penafsiran evolusi ini diterima sebagai kebenaran yang tak perlu diperdebatkan lagi di dunia ilmiah hingga akhir tahun 1930-an.
Namun, pada tanggal 22 Desember 1938, penemuan yang sangat menarik terjadi di Samudra Hindia. Seekor ikan dari famili coelacanth, yang sebelumnya diajukan sebagai bentuk peralihan yang telah punah 70 juta tahun yang lalu, berhasil ditangkap hidup-hidup! Tak diragukan lagi, penemuan ikan coelacanth “hidup” ini memberikan pukulan hebat bagi para evolusionis. Ahli paleontologi evolusionis, J. L. B. Smith, mengatakan ia tidak akan terkejut lagi jika bertemu dengan seekor dinosaurus yang masih hidup. (Jean-Jacques Hublin, The Hamlyn Encyclopædia of Prehistoric Animals, New York: The Hamlyn Publishing Group Ltd., 1984, hal. 120). Pada tahun-tahun berikutnya, 200 ekor coelacanth berhasil ditangkap di berbagai tempat berbeda di seluruh dunia.
BERAKHIRNYA SEBUAH MITOS
Coelacanth ternyata masih hidup! Tim yang menangkap coelacanth hidup pertama di Samudra Hindia pada tanggal 22 Desember 1938 terlihat di sini bersama ikan tersebut. Keberadaan coelacanth yang masih hidup mengungkapkan sejauh mana evolusionis dapat mengarang skenario khayalan mereka. Bertentangan dengan pernyataan mereka, coelacanth ternyata tidak memiliki paru-paru primitif dan tidak pula otak yang besar. Organ yang dianggap oleh peneliti evolusionis sebagai paru-paru primitif ternyata hanyalah kantung lemak. (Jacques Millot, “The Coelacanth”, Scientific American, Vol 193, December 1955, hal. 39). Terlebih lagi, coelacanth, yang dikatakan sebagai “calon reptil yang sedang bersiap meninggalkan lautan untuk menuju daratan”, pada kenyataannya adalah ikan yang hidup di dasar samudra dan tidak pernah mendekati rentang kedalaman 180 meter dari permukaan laut. (Bilim ve Teknik (Science and Technology), November 1998, No. 372, hal. 21).
MANUSIA BERAHANG KERA
Tengkorak Manusia Piltdown dikemukakan kepada dunia selama lebih dari 40 tahun sebagai bukti terpenting terjadinya “evolusi manusia”. Akan tetapi, tengkorak ini ternyata hanyalah sebuah kebohongan ilmiah terbesar dalam sejarah.
Rekonstruksi tengkorak manusia Piltdown yang pernah diperlihatkan di berbagai museum. Pada tahun 1912, seorang dokter terkenal yang juga ilmuwan paleoantropologi amatir, Charles Dawson, menyatakan dirinya telah menemukan satu tulang rahang dan satu fragmen tengkorak dalam sebuah lubang di Piltdown, Inggris. Meskipun tulang rahangnya lebih menyerupai kera, gigi dan tengkoraknya menyerupai manusia. Spesimen ini diberi nama “Manusia Piltdwon”. Fosil ini diyakini berumur 500.000 tahun, dan dipamerkan di berbagai museum sebagai bukti nyata evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun, banyak artikel ilmiah telah ditulis tentang “Manusia Piltdown”, sejumlah besar penafsiran dan gambar telah dibuat, dan fosil ini diperlihatkan sebagai bukti penting evolusi manusia. Tidak kurang dari 500 tesis doktoral telah ditulis tentang masalah ini. (Malcolm Muggeridge, The End of Christendom, Grand Rapids, Eerdmans, 1980, hal. 59.)
Pada tahun 1949, Kenneth Oakley dari departemen paleontologi British Museum mencoba melakukan “uji fluorin”, sebuah cara uji baru untuk menentukan umur sejumlah fosil kuno. Pengujian dilakukan pada fosil Manusia Piltdown. Hasilnya sungguh mengejutkan. Selama pengujian, diketahui ternyata tulang rahang Manusia Piltdown tidak mengandung fluorin sedikit pun. Ini menunjukkan tulang tersebut telah terkubur tak lebih dari beberapa tahun yang lalu. Sedangkan tengkoraknya, yang mengandung sejumlah kecil fluorin, menunjukkan umurnya hanya beberapa ribu tahun.
Penelitian lebih lanjut mengungkapkan bahwa Manusia Piltdown merupakan penipuan ilmiah terbesar dalam sejarah. Ini adalah tengkorak buatan; tempurungnya berasal dari seorang lelaki yang hidup 500 tahun yang lalu, dan tulang rahangnya adalah milik seekor kera yang belum lama mati! Kemudian gigi-giginya disusun dengan rapi dan ditambahkan pada rahang tersebut, dan persendi-annya diisi agar menyerupai pada manusia. Kemudian seluruh bagian ini diwarnai dengan potasium dikromat untuk memberinya penampakan kuno.
Le Gros Clark, salah seorang anggota tim yang mengungkap pemalsuan ini, tidak mampu menyembunyikan keterkejutannya dan mengatakan: “bukti-bukti abrasi tiruan segera tampak di depan mata. Ini terlihat sangat jelas sehingga perlu dipertanyakan – bagaimana hal ini dapat luput dari penglihatan sebelumnya?” (Stephen Jay Gould, “Smith Woodward’s Folly”, New Scientist, 5 April 1979, hal. 44) Ketika kenyataan ini terungkap, “Manusia Piltdown” dengan segera dikeluarkan dari British Museum yang telah memamerkannya selama lebih dari 40 tahun. Manusia Piltdown merupakan pemalsuan yang dilakukan dengan merekatkan rahang kera pada tengkorak manusia
Skandal Piltdown dengan jelas memperlihatkan bahwa tidak ada yang dapat menghentikan para evolusionis dalam rangka membuktikan teori-teori mereka. Bahkan, skandal ini menunjukkan para evolusionis tidak memiliki penemuan apa pun yang mendukung teori mereka. Karena mereka tidak memiliki bukti apa pun, mereka memilih untuk membuatnya sendiri.
KEKELIRUAN PEMIKIRAN TENTANG REKAPITULASI
Teori Haeckel ini menganggap bahwa embrio hidup mengalami ulangan proses evolusi seperti yang dialami moyang-palsunya. Haeckel berteori bahwa selama perkembangan di dalam rahim ibunya, embrio manusia kali pertama memperlihatkan sifat-sifat seekor ikan, lalu reptil, dan akhirnya manusia.
Sejak itu telah dibuktikan bahwa teori ini sepenuhnya omong kosong. Kini telah diketahui bahwa “insang-insang” yang disangka muncul pada tahap-tahap awal embrio manusia ternyata adalah taraf-taraf awal saluran telinga dalam, kelenjar paratiroid, dan kelenjar gondok. Bagian embrio yang diserupakan dengan “kantung kuning telur” ternyata kantung yang menghasilkan darah bagi si janin. Bagian yang dikenali sebagai “ekor” oleh Haeckel dan para pengikutnya sebenarnya tulang belakang, yang mirip ekor hanya karena tumbuh mendahului kaki.
Inilah fakta-fakta yang diterima luas di dunia lmiah, dan bahkan telah diterima oleh para evolusionis sendiri. Dua pemimpin neo-Darwinis, George Gaylord Simpson dan W. Beck telah mengakui:
Haeckel keliru menyatakan azas evolusi yang terlibat. Kini telah benar-benar diyakini bahwa ontogeni tidak mengulangi filogeni. Segi menarik lain dari “rekapitulasi” adalah Ernst Haeckel sendiri, seorang pemalsu yang mereka-reka gambar-gambar demi mendukung teori yang diajukannya. Pemalsuan Haeckel bermaksud menunjukkan bahwa embrio-embrio ikan dan manusia mirip satu sama lain.
Pada terbitan 5 September 1997 majalah ilmiah Science, sebuah artikel diterbitkan yang mengungkapkan bahwa gambar-gambar embrio Haeckel adalah karya penipuan. Artikel berjudul “Haeckel’s Embryos: Fraud Rediscovered” (Embrio-embrio Haeckel: Mengungkap Ulang Sebuah Penipuan) ini mengatakan: Kesan yang dipancarkan [gambar-gambar Haeckel] itu, bahwa embrio-embrio persis serupa, adalah keliru, kata Michael Richardson, seorang ahli embriologi pada St. George’s Hospital Medical School di London… Maka, ia dan para sejawatnya melakukan penelitian perbandingan, memeriksa kembali dan memfoto embrio-embrio yang secara kasar sepadan spesies dan umurnya dengan yang dilukis Haeckel. Sim salabim dan perhatikan! Embrio-embrio “sering dengan mengejutkan tampak berbeda,” lapor Richardson dalam Anatomy and Embryology terbitan Agustus [1997].
Pada terbitan 5 September 1997,majalah terkemuka Science menyajikan sebuah artikel yang menyingkapkan bahwa gambar-gambar embrio milik Haeckel telah dipalsukan. Artikel ini menggambarkan bagaimana embrio-embrio sebenarnya sangat berbeda satu sama lain… Penelitian di tahun-tahun terakhir telah menunjukkan bahwa embrio-embrio dari spesies yang berbeda tidak saling mirip, seperti yang ditunjukkan Haeckel. Perbedaan besar di antara embrio-embrio mamalia, reptil, dan kelelawar di atas adalah contoh nyata hal ini Science menjelaskan bahwa, demi menunjukkan bahwa embrio-embrio memiliki kemiripan, Haeckel sengaja menghilangkan beberapa organ dari gambar-gambarnya atau menambahkan organ-organ khayalan. Belakangan, di dalam artikel yang sama, informasi berikut ini diungkapkan:
Bukan hanya menambahkan atau mengurangi ciri-ciri, lapor Richardson dan para sejawatnya, namun Haeckel juga mengubah-ubah ukuran untuk membesar-besarkan kemiripan di antara spesies-spesies, bahkan ketika ada perbedaan 10 kali dalam ukuran. Haeckel mengaburkan perbedaan lebih jauh dengan lalai menamai spesies dalam banyak kesempatan, seakan satu wakil sudah cermat bagi keseluruhan kelompok hewan. Dalam kenyataannya, Richardson dan para sejawatnya mencatat, bahkan embrio-embrio hewan yang berkerabat dekat seperti ikan cukup beragam dalam penampakan dan urutan perkembangannya.
Artikel Science membahas bagaimana pengakuan-pengakuan Haeckel atas masalah ini ditutup-tutupi sejak awal abad ke-20, dan bagaimana gambar-gambar palsu ini mulai disajikan sebagai fakta ilmiah di dalam buku-buku acuan:
Pengakuan Haeckel lenyap setelah gambar-gambarnya kemudian digunakan dalam sebuah buku tahun 1901 berjudul Darwin and After Darwin (Darwin dan Sesudahnya) dan dicetak ulang secara luas di dalam buku-buku acuan biologi berbahasa Inggris
Singkatnya, fakta bahwa gambar-gambar Haeckel dipalsukan telah muncul di tahun 1901, tetapi seluruh dunia ilmu pengetahuan terus diperdaya olehnya selama satu abad.
TATKALA MANUSIA MENCARI NENEK MOYANGNYA
Walaupun para evolusionis tidak berhasil menemukan bukti ilmiah untuk mendukung teori mereka, mereka sangat berhasil dalam satu hal: propaganda. Unsur paling penting dari propaganda ini adalah gambar-gambar palsu dan bentuk tiruan yang dikenal dengan “rekonstruksi”.
Rekonstruksi dapat diartikan sebagai membuat lukisan atau membangun model makhluk hidup berdasarkan satu potong tulang yang ditemukan dalam penggalian. “Manusia-manusia kera” yang kita lihat di koran, majalah atau film semuanya adalah rekonstruksi.
Ketika mereka tidak mampu menemukan makhluk “setengah manusia setengah kera” dalam catatan fosil, mereka memilih membohongi masyarakat dengan membuat gambar-gambar palsu.
Persis seperti pernyataan evolusionis yang lain tentang asal-usul makhluk hidup, pernyataan mereka tentang asal-usul manusia pun tidak memiliki landasan ilmiah. Berbagai penemuan menunjukkan bahwa “evolusi manusia” hanyalah dongeng belaka.
Darwin mengemukakan pernyataannya bahwa manusia dan kera berasal dari satu nenek moyang yang sama dalam bukunya The Descent of Man yang terbit tahun 1971. Sejak saat itu, para pengikut Darwin telah berusaha untuk memperkuat kebenaran pernyataan tersebut. Tetapi, walaupun telah melakukan berbagai penelitian, pernyataan “evolusi manusia” belum pernah dilandasi oleh penemuan ilmiah yang nyata, khususnya di bidang fosil.
Penemuan ini jelas menunjukkan pendapat tentang sifat-sifat perolehan yang terkumpul dari satu keturunan ke turunan berikutnya, sehingga memunculkan spesies baru, tidaklah mungkin. Dengan kata lain, mekanisme seleksi alam rumusan Darwin tidak berkemampuan mendorong terjadinya evolusi. Jadi, teori evolusi Darwin sesungguhnya telah ambruk sejak awal di abad ke-20 dengan ditemukannya ilmu genetika. Segala upaya lain dari para pendukung evolusi di abad ke-20 selalu gagal.
Teori evolusi menyatakan bahwa kelompok makhluk hidup yang berbeda-beda (filum) terbentuk dan berkembang dari satu nenek moyang bersama, dan berubah menjadi bentuk yang semakin berbeda satu sama lain seiring berlalunya waktu. Gambar paling atas menampilkan pernyataan ini, yang dapat digambarkan menyerupai proses percabangan pohon. Namun, fakta catatan fosil malah membuktikan kebalikannya. Sebagaimana diperlihatkan gambar paling bawah, beragam kelompok makhluk hidup muncul serentak dan tiba-tiba dengan ciri tubuh masing-masing yang khas. Sekitar 100 filum mendadak muncul di zaman Kambrium. Setelah itu, jumlah mereka menurun (karena punahnya sejumlah filum) , dan bukannya meningkat.
YANG TERSEMBUNYI DI BALIK PERCOBAAN MILLER
Penelitian yang paling diterima luas tentang asal usul kehidupan adalah percobaan yang dilakukan peneliti Amerika, Stanley Miller, di tahun 1953. (Percobaan ini juga dikenal sebagai “percobaan Urey-Miller” karena sumbangsih pembimbing Miller di University of Chicago, Harold Urey). Percobaan inilah satu-satunya “bukti” milik para evolusionis yang digunakan untuk membuktikan pendapat tentang “evolusi kimiawi”. Mereka mengemukakannya sebagai tahapan awal proses evolusi yang mereka yakini, yang akhirnya memunculkan kehidupan.
Melalui percobaan, Stanley Miller bertujuan membuktikan bahwa di bumi yang tak berkehidupan miliaran tahun lalu, asam amino, satuan molekul pembentuk protein, dapat terbentuk dengan sendirinya secara alamiah tanpa campur tangan sengaja apa pun di luar kekuatan alam. Dalam percobaannya, Miller menggunakan campuran gas yang ia yakini terdapat pada bumi purba (yang kemudian terbukti tidak tepat). Campuran ini terdiri dari gas amonia, metana, hidrogen, dan uap air. Karena gas-gas ini takkan saling bereaksi dalam lingkungan alamiah, ia menambahkan energi ke dalamnya untuk memicu reaksi antar gas-gas tersebut. Dengan beranggapan energi ini dapat berasal dari petir pada atmosfer purba, ia menggunakan arus listrik untuk tujuan tersebut.
Atmosfer yang Miller coba tiru dalam percobaannya tidaklah sesuai dengan kenyataan. Di tahun 1980-an, para ilmuwan sepakat bahwa seharusnya gas nitrogen dan karbon dioksidalah yang digunakan dalam lingkungan buatan itu dan bukan metana serta amonia.
Ilmuwan Amerika, J. P. Ferris dan C. T. Chen mengulangi percobaan Miller dengan menggunakan lingkungan atmosfer yang berisi karbon dioksida, hidrogen, nitrogen, dan uap air; dan mereka tidak mampu mendapatkan bahkan satu saja molekul asam amino. (J. P. Ferris, C. T. Chen, “Photochemistry of Methane, Nitrogen, and Water Mixture As a Model for the Atmosphere of the Primitive Earth,” Journal of American Chemical Society, vol. 97:11, 1975, h. 2964.)
Terdapat sejumlah temuan yang menunjukkan bahwa kadar oksigen di atmosfer kala itu jauh lebih tinggi daripada yang sebelumnya dinyatakan para evolusionis. Berbagai penelitian juga menunjukkan, jumlah radiasi ultraviolet yang kala itu mengenai bumi adalah 10.000 lebih tinggi daripada perkiraan para evolusionis. Radiasi kuat ini dipastikan telah membebaskan oksigen dengan cara menguraikan uap air dan karbon dioksida di atmosfer.
Keadaan ini sama sekali bertentangan dengan percobaan Miller, di mana oksigen sama sekali diabaikan. Jika oksigen digunakan dalam percobaannya, metana akan teruraikan menjadi karbon dioksida dan air, dan amonia akan menjadi nitrogen dan air. Sebaliknya, di lingkungan bebas oksigen, takkan ada pula lapisan ozon; sehingga asam-asam amino akan segera rusak karena terkena sinar ultraviolet yang paling kuat tanpa perlindungan dari lapisan ozon. Dengan kata lain, dengan atau tanpa oksigen di bumi purba, hasilnya adalah lingkungan mematikan yang bersifat merusak bagi asam amino.
Anehnya, mengapa percobaan Miller masih saja dimuat di buku-buku pelajaran dan dianggap sebagai bukti penting asal usul kehidupan secara kimiawi? Ini sekali lagi menunjukkan betapa evolusi bukanlah teori ilmiah, melainkan keyakinan buta yang tetap dipertahankan meskipun bukti menunjukkan hal sebaliknya.
Kalangan masyarakat awam adalah yang umumnya tidak mengetahui kenyataan ini, dan menganggap pernyataan evolusi manusia didukung oleh berbagai bukti kuat. Anggapan yang salah tersebut terjadi karena masalah ini seringkali dibahas di media masa dan disampaikan sebagai fakta yang telah terbukti. Tetapi mereka yang benar-benar ahli di bidang ini mengetahui bahwa kisah “evolusi manusia” tidak memiliki dasar ilmiah.





Maret 31, 2007 pada 10:56 pm Tapi kenapa teori evolusi terus bertahan hingga sekarang pak?Kalo di Quran, ada ga yang menjelaskan kesalahan teori ini? Saya sudah beli bukunya harun yahya, tapi mau minta penjelasan yang lebih sederhana, he…
@
Kalau tak salah… salah satunya karena : Jika teori evolusi tidak ada, berarti harus mengakui adanya proses penciptaan seketika. Ini tidak nyaman tentunya bagi proses pragmatisme ilmu. Jadi bertahan dengan “segala” usaha berpikir dan lain sebagainya dengan merujuk berbagai bukti dan yang disanggah oleh artikel Hamdan Nasrullah (ini hanya salah satu dari sekian banyak artikel – lihat sebagian kecil di tag “evolusi”).
Kalo di Quran, ada ga yang menjelaskan kesalahan teori ini? Merujuk langsung, tidak ada. Tapi kalau kita melihat penciptaan manusia :
QS 2. Al Baqarah 30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku apa yang tidak kamu ketahui.”
3. Ali ‘Imran 59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.
Maka ayat tersebut menjelaskan bahwa penciptaan bukan step by step dari mahluk hidup lain.
Menerima penciptaan manusia dari “mahluk lain”, jelas mengingkari ayat ini.
QS 51. Adz Dzaariyaat 49. Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.
17. Al Israa’ 70. Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[862], Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
QS 36. Yaasiin 71. Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?
Di sini dijelaskan binatang ternak diciptakan. Namun, tidak ada penjelasan bahwa penciptaannya dari mahluk yang lain (juga kalau dari mahluk yang lain – asumsi evolusi benar) bukan juga berarti tidak ada penciptaan. Namun, merujuk pada penciptaan manusia, logika iman akan merujuk pada proses penciptaan tunggal, artinya gajah tidak beranak kerbau atau bakal jadi kerbau setelah jutaan tahun. Di ciptakan pertama buaya, ya sekarang juga tetap buaya……
QS 23. Al Mu’minuun 42. Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain.
QS 2. Al Baqarah 164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
QS 42. Asy Syuura 29. Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.
April 4, 2007 pada 12:38 am lha.. si Darwin bilang manusia berasal dari kera.. tapi kok sekarang kera masih banyak.. harusnya kan klo dia bener, mana ada lagi kera soalnya sudah berevolusi jd manusia semua.. hehehe.. yang ada sekarang banyak manusia yg jadi kera.. sifatnya kera.. otaknya juga kera.. tapi berlagak pinter, doyannya korupsi, makan uang rakyat.. betul?..betullll….[^_^]..@
Secara persis memang Darwin katanya tidak pernah bilang bahwa nenek moyangnya dari kera, tapi secara tak langsung (hakikatnya), sepertinya Darwin memang mengakui dirinya berasal dari monyet, paling tidak dari ketaksengajaan dan hasil seleksi alam.
Tidak semua kera berevolusi menjadi Darwin dan saudara-saudaranya, ada juga yang tetap menjadi kera. Namu, menurut sejarah, yang saya pernah baca, Darwin itu orang Inggris … mungkin karena itu di Inggris sangat sulit dijumpai kera. Tapi kerajaan “Buckingham Palace”, tegak berdiri dan megah.
Nah, yang terakhir… dari Mba Rika, menurut hipotesis agor, mutasi genetis dari sifat-sifat kera, .. ah jangan-jangan sifat-sifatnya menular di bangsa ini. Jadilah bangsa ini doyan korupsi, karena mutasi psikologis genetis dari kera Inggris. Mungkin perlu dilakukan penelitian tersendiri di IKI.
April 22, 2007 pada 1:29 pm Kalau teori evolusi itu memang salah, apa bisa dijelaskan mengapa ras manusia itu berbeda2? Mengapa kita berbicara dalam bahasa yang berbeda? Mengapa virus flu banyak variannya hingga ada virus flu burung? Hmm kalau bicara evolusi pengetahuan saya hanya sebatas buku biologi SMA kelas 3 IPA, plus referensi2 tambahan belajar sendiri haha.
Terus terang saya pendukung teori evolusi haha, buat saya menjadi seorang manusia itu tidak spesial di alam semesta, karena kita semua juga benda alam semesta, hanya saja kita memiliki tingkat intelegensi tinggi (di bumi).“Tetapi mereka yang benar-benar ahli di bidang ini mengetahui bahwa kisah “evolusi manusia” tidak memiliki dasar ilmiah.”
Bisa liat ini dikutip darimana hehe?
@
memiliki intelegensia tinggi, itulah spesialnya….
Mei 18, 2007 pada 4:30 pm memang karena darwin sudah terlalu pintar maka tanpa bimbingan Allah ia sudah salah dalam membuat teori,kalau mau tahu tentang asal usul manusia kita tidak bisa seperti itu karna semua yang ada di alam semesta itu adalah Karya Allah,dan rahasiaNya mau nyamain Allah ga akan bisa.Jadi sebaiknya semua buku-buku didunia yang ada teori darwin di ganti. Karena kebohongan telah terjadi,untuk apa terus dipakai,artinya kita masih mau ikut akan dosa yang telah diperbuat darwin,kita harus kembali kejalan yang memang benar.oce. Jesus Bless Us
Mei 18, 2007 pada 4:33 pm memang karena darwin sudah terlalu pintar maka tanpa bimbingan Allah ia sudah salah dalam membuat teori,kalau mau tahu tentang asal usul manusia kita tidak bisa seperti itu karna semua yang ada di alam semesta itu adalah Karya Allah,dan rahasiaNya mau nyamain Allah ga akan bisa.Jadi sebaiknya semua buku-buku didunia yang ada teori darwin di ganti. Karena kebohongan telah terjadi,untuk apa terus dipakai,artinya kita masih mau ikut akan dosa yang telah diperbuat darwin,kita harus kembali kejalan yang memang benar.oce. God Bless Us
Mei 25, 2007 pada 3:45 pm jelekk, kurang menarik@
Trims ya… hanya gambaran komentar ini, kalau boleh lebih terurai. Jelek sulit dipersepsikan. Begitu juga kurang menarik. Tapi, bagaimanapun terimakasih mau berkomentar. Salam.
Mei 25, 2007 pada 5:33 pm Zaman sekarang sudah nampak ada evolusi dari manusia menjadi kera.@
Mei 28, 2007 pada 10:19 am Yang menarik adalah penciptaan Isa seperti penciptaan Adam:
Ali ‘Imran 59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.
berarti hal ini juga sebaliknya penciptaan Adam seperti penciptaan Isa
Penciptaan manusia di dalam Al Quran disebutkan: dari tanah, dari saripati tanah, dari air mani. saya tidak hafal ayatnya
Apakah semua itu berbeda? Kalau berbeda maka ayat2 Al Quran bisa menjadi bertentangan.
Seperti surat Al Alaq Penciptaan manusia dari segumpal darah dan seterusnya…sehingga menjadi janin manusia sempurna atau selama dalam rahim penciptaan manusia memerlukan proses pertumbuhan dan perkembangan secara bertahap.
Bukankah Isa dan Adam manusia?
Segala sesuatu di alam ini kan berdasarkan sunatullah atau hukum yang telah ditetapkan Allah melalui suatu proses bertahap agar mencapai kesempurnaan dan keseimbangan.
Apakah Isa dan Adam langsung diciptakan dalam sekejap tanpa proses? Saya kira tidak.
Isa diciptakan Allah didalam rahim Maryam yang perawan. Yang melalui proses perkembangan/pertumbuhan dalam rahimnya sehingga mencapai kesempurnaan wujud manusia. Tapi disini tanpa air mani karena adanya penciptaan oleh Allah, tapi dalam rahim tersebut bakal janin itu berkembang/berproses. Makanan atau saripati makanan yang diberikan oleh Maryam kepada janinnya berasal dari Tanah (tumbuhan dan hewan) yang dimakan Maryam kemudian setelah dicerna Maryam menjadi saripati tanah yang kemudian diserap oleh janin untuk perkembangannya.
Kalau penciptaan Isa seperti hal tersebut diatas maka berdasarkan ayat:
Ali ‘Imran 59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.
maka Adam pun diciptakan seperti itu pula.
Melalui proses perkembangan dalam rahim. Tapi kemungkinannya rahim tersebut adalah meminjam rahim suatu makhluk yang belum bisa disebut manusia. Yang makhluk tersebut juga makan dari tanah sehingga janin cikal bakal manusia pertama tersebut juga berkembangan dalam proses bertahap dari segumpal darah, tulang, dibalut daging dan seterusnya hingga menjadi makhluk berbentuk lain “manusia sempurna”.
dan berdasarkan ayat:
QS 51. Adz Dzaariyaat 49. Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.
maka dalam rahim sesuatu makhluk yang belum bisa disebut sebagai manusia itu diciptakan pula Hawa atau cikal bakalnya adam belah dua. Jadi Adam dan Hawa adalah sejanin kakak beradik kembar pengantin.
Kira-kira begitu sehingga ayat-ayat Al Quran menjadi tidak bertentangan dan menjadi saling menjelaskan.
Wallahu A’lam bishawab.@
Uraian yang menarik. Mas, komentar Mas saya naikkan ke postingan sendiri ya, berikut catatan dari agor. Trims.
Mei 28, 2007 pada 11:50 am Saya memandang, penciptaan Nabi Adam dan nabi Isa ada kesamaan dalam keajaibannya/keanehannya/kekuasaan Penciptanya. Prosesnya bisa beda.
Nabi Isa sendiri mempunyai mukjijat membuat burung hidup dari tanah liat.
Jadi dikaitkan dengan teknologi masa kini (mungkin masih terus berkembang), penciptaan Hawa berhubungan dengan kloning yang diambil DNAnya dari tulang rusuk Nabi Adam yang disimpan dalam sel telur mahluk mirip manusia. Seperti di film Jurasic Park.@
Betul, saya lebih cenderung memilih proses penciptaan Nabi Adam dan Isa seperti yang disampaikan Mas Dedi, sebagai kekuasaanNya dalam penciptaan. Teoritis, dalam struktur genetis semua fungsi laki-laki dan wanita dasarnya sama. XX dan YY.
Mei 28, 2007 pada 8:37 pm […] Akal?Dedi Ganedi pada TEORI EVOLUSI: PENIPUAN ILMIAH PALING TERSOHOR SEPANJANG SEJARAHIbrahim pada TEORI EVOLUSI: PENIPUAN ILMIAH PALING TERSOHOR SEPANJANG SEJARAHannas pada Pengemis Buta :’…Jangan dekati ….. Dia itu orang gila’MaIDeN pada Sampai Dimana Batas […]
Mei 31, 2007 pada 9:16 am klo manusia dr kera. trs kera dr evolusi makhluk apa ya…@
hmmm kera ya dari kera… tapi saya nggak ikutan lho…
kalau saya yakin dari ibu Bapak saya yang manusia. Kalau saya tanyakan ke 200 ribu generasi di atasnya juga… saya yakin jawaban berurut sama juga…
Jgn diseriusi ya… guyon…
Mei 31, 2007 pada 11:41 pm pak saya mendapatkan tugas,oleh dosen saya di suruh untuk mencari gambar yang bisa memberikan anggapan penipuan dalam dunia sains.
jadi kesan pertama ketika kita melihat gambar tersebut langsung oh itu adalah penipuan dalam dunia sains..
saya tunggu balasannya yah..@
Mas steven, saya tidak paham dengan tugas “aneh” ini. Yang dimaksud gambar itu apa? (foto, lukisan, interpretasi). Penipuan sains itu apa?, apa memandang moral dari sudut sains atau prasangkaan statistik. Statistik menjelaskan bukan seberapa besar penipuan, tapi seberapa besar deviasi terhadap sebuah nilai yang dianggap benar. Teori evolusi bukan penipuan sains… bahkan juga apa masuk katagori sains, saya tidak yakin.
Kalau atom itu kata Dalton adalah zarah terkecil, sains mengoreksi kemudian setelah ada penelitian baru, penemuan baru. Tapi itu tidak menipu, tapi sains kan berkembang dinamis. Produk sains adalah teknologi, teknologi dipakai menjadi alat untuk menipu. Sains selalu diasumsikan bebas nilai, meskipun pada interpretasi atau review kemudian tidak bebas nilai. Penipuan dengan teknologi sudah begitu banyak terjadi, artinya produk dikomunikasikan tidak sesuai fakta, tapi sains tidak menipu.
Saya tidak bisa memberikan gambar atau contoh, selain tidak mengerti, juga terasa aneh permintaan dosen Mas ini. Tapi memakai pendekatan sains untuk “menipu” artinya menggunakan sains untuk kepentingan moral. Kalau seperti itu yang dimaksud, apakah gambar-gambar teori evolusi masuk ranah ini?, apakah tongkat yang terpotong ketika masuk ke dalam air karena perbedaan sudut refraksi cahaya disebut penipuan dunia sains?, apakah menggambarkan monyet berkepala manusia penipuan dalam dunia sains?, apakah mengambil (mengakui teorema) sebagai karya sendiri penipuan dalam dunia sains?, apakah membuat gambar bumi lebih besar dari matahari penipuan dalam dunia sains?
Saya kira, yang disebut penipuan di dunia sains adalah yang berkenaan dengan penemuan baru, tapi ternyata bukan dan sengaja dibohongkan. Misalnya penemuan unsur No. 118 dari tabel sistem periodik kimia atau dari batu bisa dibuat emas (padahal tidak bisa dibuktikan), mungkin begitu. Lalu gambarnya? wah coba berkunjung ke sini : Uncyclopedia. Banyak gambar aneh-aneh yang mengharuskan kita berpikir lebih banyak sambil tersenyum atau ke DHMO.
Mungkin ada yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Juli 15, 2007 pada 2:22 pm wah darwin ngaco nich, kok tega2 nya dia mengakui nenek moyangnya adalah KERA secara logika aja gak dapat diterima pap mungkin dia udah terlalu pinter y…??? wah klo semua orang berpendapat sepertiku pasti g ad orang yang mau pinter, emang gak maaaauuuu…. yang ada tuch Mau NGERTI@
Darwin nggak gitu-gitu amat sih?… Tidak bilang bahwa kita berasal dari kera. Cuma, emang dia termasuk yang kemudian menolak kehadiranNya (itu yang agor tahu).
Juli 16, 2007 pada 6:43 am euh… nikah sedarah ajah.. bisa gugur terus, cacat, idiot beu…sepertinyah ada proteksi tehadap pengunjung sel telur teh… memang haeckel teh kreatip sekali yah…@
Yap… logisnya karena faktor genetika resesif yang muncul beresiko melemahkan keturunan….
Juli 24, 2007 pada 11:44 am teori evolusi, sangat menarik untuk dikaji..apakah manusia dari kera..moga2 aja nggak he2..tapi apakah makhluk hidup beradaptasi dan secara fisik berubah mungkin iya. Pernah membaca katak atau reptil yang dalam kondisi tertentu(tidak ada lawan jenisnya) dapat berubah kelamin..atau jerapah yang lehernya panjang karena sering menjulurkan leher mencari daun yang lebih tinggi(bukan karena sering ngintip tetangga)..atau ikan yang bisa kamuflase dengan lingkungan sekitar…kedekatan genetis mungkin perlu juga dipertimbangkan…manusia adalah makhluk berpikir
salam
@
jerapah yang lehernya panjang karena sering menjulurkan leher mencari daun yang lebih tinggi –>
http://www.harunyahya.com/indo/anak/pesonaalamsatwa03.html#8
cukup jelas yang digambarkan oleh Oom Harun
Juli 27, 2007 pada 4:52 pm Eh, manusia2 picik, yg cuma tau teori dikit aja udah kasih analisa. Baca dulu ampe abis apa itu teori evolusi. Satu aja yg patut kalian ketahui……Menurut teori Darwin…..Manusia iru bukan dari kera….tapi dari mahkluk primata (sejenis kera) ..ya kera2 modern itu juga evolusi dari mahluk yg namanya primata itu. Kalau soal bukti……eh…udah banyak tuh penggalian fosil manusia purba yg memang mengarah manusia itu asalnya dari primata….Paham ga !!! Ga tau tapi sok tau@
Sebenarnya saya ingin menghapus komentar ini, karena tidak enak dibaca. Namun, saya pikir ada baiknya tetap ada. Meskipun bahasa komentarnya kurang menunjukkan kualitas dan pemahaman yang baik. Kecerdasan membaca memang diperlukan untuk memberikan komentar sebagai mahluk berbudaya.
Tapi gpplah… sekedar untuk mengingatkan bahwa tidak semua orang punya keterampilan membaca, berpikir, dan mengemukakan pendapat secara baik. Mudah-mudahan dikejap lain dapat tidak saja melek huruf, tetapi juga melek kombinasinya.
Agustus 26, 2007 pada 10:34 pm Saya agak kurang jelas mengapa ilmu genetika disebut bertentangan dengan teori evolusi. Bisa dijelaskan lebih jauh ? terima kasih.
http://en.wikipedia.org/wiki/Genetic_evolution
http://www.talkorigins.org/faqs/modern-synthesis.htmlSekadar koreksi, mungkin salah ketik, the descent of man terbit tahun 1871, bukan 1971, atau mungkin ada edisi revisi-nya ?
@
Yang saya pahami, genetika tidak mengubah menjadi sesuatu yang lain, tetapi merupakan ukuran-ukuran kepastian dalam kombinasinya.
the descent of man terbit tahun 1871 –> yap.. betul… trims koreksinya.
Agustus 27, 2007 pada 1:24 pm Tentang Haeckel dan gambar-gambarnya :http://www.talkorigins.org/faqs/wells/haeckel.html
Evolutionary theory is not founded on Haeckel’s observations or theories. Haeckel’s work was discredited in the 19 th century, and has not been relevant to biology since the rediscovery of Mendel’s laws of genetics. That the biogenetic law is false has been the consensus of biologists for over 100 years, and developmental biologists have been working constructively to provide alternative explanations, which have so far all been evolutionary in nature.
@
Yang jelas… saya harus membaca lagi nih…
September 19, 2007 pada 11:54 am bagus tetapi hurupnya kurang jelas@
Tekan tombol dan + bersama-sama, maka ukuran huruf membesar.
September 19, 2007 pada 12:11 pm lalu mengapa kita mirip dengan monyet? gimana ilmiahnya ? Mohon responnya thanks….ya@
Waduh, pertanyaan yang sulit. Sama sulitnya, mengapa helikopter mirip capung, pesawat udara komersial miring burung, unta mirip keledai, biawak mirip buaya, keledai mirip kuda. Semua mahluk diciptakan dari air…. atau lebih ke dalam lagi, Molekul intan dan karbon arang, mirip bahkan sama, yang membedakan hanya kerapihan struktur molekulnya…..
Oktober 3, 2007 pada 4:50 pm menurut w sbg orng cool,,,darwin g bener juga,cz kata dy manusia brasal dr monyet
brarti nabi adam monyet dwnk???
truz kata islam, nabi adam adalah manusia yang paling sempurna???
truz jd gmn tu???mungkin dr w cukup segitu aja,,,bye…bye…
by:dari orang cool,kepada lw-lw yang belum cool…………….
@
Mr. Cool, Nabi Adam seeh bukan monyet. Astagfirullah….
Oktober 23, 2007 pada 2:20 pm testing././
@
testing diterima…
Nopember 9, 2007 pada 4:48 pm TEORI DARWIN MEMANG BENAR KOQ, siapa yang mau bantah kalo darwin dan penganutnya itu berasal dari KERA sesuai dengan teori yang mereka cetuskan kaaan. AYO SIAPA yang berani bantah??kalo berani kirim email ke daud_al_ayyubi@yahoo.com
@
hmmm…
Januari 15, 2008 pada 11:55 pm Asslamualaikum
Saya kurang setuju dengan harun yahya yang selalu menyudutkan teori evolusi, sekitar tahun 1300-an ibn kaldun juga menjelaskan teori evolusi tetapi masih sangat sederhana seperti darwin.
kesalahan beberapa orang menganggap manusia dari kera, itu sangat keliru tetapi manusia satu nenek moyang dengan kera.
mengenai adam coba cermati kembali kata “akan AKU JADIKAN adam sebagai khalifah di bumi” bukan akan AKU CIPTAKAN ”
trus mengenai teori big bang AlQur’an menjelaskan urutan penciptaan Bumi-tumbuhan-binatang-manusia itu sesuai banget ma teori evolusi mungkin untuk lebih lanjut kita bisa diskusi by email kekuatansuper@yahoo.com oh…iya pak tolong dimuat ya komentar saya tar ustad ku biar mampir he… makasih
wassalamualaikum
Ass. Wr.Wb.
Mas Fahmi A…..
Tulisan Harun Yahya memang sangat menentang teori evolusi dengan beragam argumen. Mulai dari pandangan yang melatarbelakanginya sampai ke hal-hal yang berkenaan dengan masalah sosial, ras… Saya sendiri, terus terang tidak baca keseluruhan dari pandangan Harun Yahya mengenai “perbantahan” teori evolusi. Termasuk juga pembahasan mengenai Harun Yahya pada postingan di blog ini. Saya lebih suka melihat fakta-fakta (atau prasangkaan lainnya) dalam perdebatan mengenai teori ini.
Pada catatan lain, saya melihat ada site anti harun yahya. Terus terang saya tidak sependapat dengan model ini. Karena pola ini tidak mencerminkan cari menang-menangan. Kan lebih baik dikembangkan dari pendekatan membantah kembali atau berargumen pada objek persoalan, bukan pada manusia atau namanya. Lebih baik bilang, Teori Relativitas Einstein itu salah (dan berikan argumennya) dari pada bilang Anti Einstein….
Termasuk juga asumsi Manusia Berasal dari Kera… ah itukan jelas bukan bahasan tapi teman minum kopi saja…
. Juga yang mendukung teori evolusi juga tidak mau disebut anti tuhan.
Kita sering/terbiasa berpikir bahwa yang tidak sependapat mengenai teori evolusi adalah karena “mereka” (pendukung teori evolusi) menilai bahwa yang tidak sependapat itu karena mereka tidak mau disebut berasal dari kera
ah… bukan di situ. Namun, bagaimanapun tidak bisa lepas ada pandangan filosofis yang melatar belakangi pandangan tentang asal-usul manusia…
Mengenai dijadikan khalifah… bukan diciptakan….sepertinya kalimat dari ayat itu… adam dijadikan khalifah… dan memang bukan diciptakan…karena kalau diciptakan..khalifahnya diciptakan. Khalifah kan jabatan/posisi… intangible asset…
Terimakasih lho Mas Fahmi mau datang ke blog agor…
Januari 16, 2008 pada 12:14 am oh iya adalagi
mengenai genetika genetika memang tidak akan merubah sutu jenis mahkluk lain tapi dalam akumulasi yang cukup panjang akan kita lihat perubahan yang signifikan misalnya: ukuran manusia sekarang dengan dulu, ras, kecerdasan, dipapua ditemukan jenis-jenis spesies baru cuma karena hutan tersebut tertutup awan hal ini memaksa penghuni hutan itu harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan hal itu terjadi dalam waktu yang cukup panjang. bukankah itu evolusi
kekuatansuper@yahoo.com@
Evolution itu.. kalau nggak salah kurang lebih artinya perkembangan, berkembang dan yang sejenis itulah…
Jadi, memang bekerja dengan pemahaman ini… semua yang berkembang juga bisa saja diperdebatkan mengalami evolusi.
Berubah juga bisa berarti evolusi… yah.. bisa-bisa saja kok.
Barangkali yang menjadi menarik dari pembahasan yang berkenaan dengan darwin adalah pernyataan yang melatarbelakangi ucapan darwin ketika melahirkan teori evolusinya.
Namun, selalu ada pembelaan mengenai teori ini… jadi emang enak untuk berdiskusi sambil minum kopi hangat. Namun, tak usahlah kita saling mengkafirkan ya… itu kan hanya kerjaan dari orang yang kurang kerjaan saja…
Januari 16, 2008 pada 11:03 am Salam,
Firman Allah, yang menyatakan manusia berubah menjadi “kera” ada dua ayat dan jelas termasuk ayat-ayat muhkamaat, tentang peringatan kepada “Sebagian Bani Israil” atau sebagian Yahudi :Surat Al Baqarah ayat 65:
” Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: ‘Jadilah kamu kera yang hina’ “. ( QS 2:65)
Dan
Surat Al A’raaf ayat 166:
” Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: ‘Jadilah kamu kera yang hina’ ” (QS 7:166)
Sementara diayat yang lain:
” Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: ‘Jadilah!’ maka terjadilah ia ” (QS 36:82)
Yang menjadi pertanyaaan, apakah perilakunya seperti “KERA” atau memang menjadi “KERA” secara fisik ?!!
Selain itu yang patut diperhatikan adalah “kutukan Allah” terjadi jauh sebelum Nabi Isa a.s lahir. (jaman Nabi Musa a.s)
Namun apapun pilihannya, menurut pemahaman saya “Teori Darwin” adalah sebuah teori “penyangkalan” kepada dua ayat tersebut diatas yang dibungkus dengan rapih seolah-olah manusia adalah hasil Evolusi.
Pemahaman Darwinisme: dari “Kera” mejadi “Manusia”.
Pemahaman Al Qur’an: dari “Yahudi (manusia)” menjadi “Kera”.
Wassalam.
@
Perihal “… Jadilah kera yang hina…” ini memang hal yang menarik dan sangat boleh jadi kita tidak tahu (dan tidak akan pernah tahu). Namun, karena yang dinyatakan dalam AQ juga jelas maka saya percaya absolut saja…
Januari 28, 2008 pada 4:45 pm aduh aku bingung@
Sama, meski saya lebih percaya bahwa manusia itu diciptakan bukan melalui mutasi dari mahluk hidup lain. Namun, penjelasan dan uraian dari teori evolusi memberikan banyak pandangan mengenai sifat dan karakteristik, kesamaan antara mahluk hidup satu dengan lainnya. Bahkan sampai ke tingkat genetis….