KEPUTUSAN
KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
NOMOR 036 TAHUN 1979
DASADARMA PRAMUKA
Ketua Kwartir Naasional Gerakan Pramuka
Menimbang : 1. bahwa dalam memorandum Musyawarah Nasional Tahun
1978 telah dilimpahkan kepada Kwartir Nasional Gerakan Pramuka untuk memperbaiki dan menyempurnakan formulasi Dasardarma Pramuka yang tercantum dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 123/KN/78 Tahun 1978 sehingga sistematis, enak didengar, dan mudah dihafal;
2. bahwa berkenaan dengann itu perlu segera dikeluarkan suraat keputusan tentang perbaikan dan penyempurnaan formulasi Dasadarma Pramuka;
Mengingat : 1. Keputusan Presiden Republlik Indonesia No. 238 Tahun 1961, juncto Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 12 Tahun 1971;
2. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan No. 045/KN/74 Tahun 1974 tentang Anggaaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka;
3. Lampiran III Keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka No. 123/KN/78 Tahun 1978;
Memperhatikan : Keputusan Rapat Kwartir Nasional terbatas tentang Dasadarma Pramuka tanggal 24 Januari 1979;
MEMUTUSKAN
Menetapkan
Pertama : Mencabut Dasadarma Pramuka sebagaimana tercantum dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 123/KN/78 tahun 1978.
Kedua : Mengesahkan Dasadarma Pramuka beserta penjelasannyasebagaimana tercantum damalam lapiran I dan lampiran II keputusan ini.
Ketiga : Hal-hal lain tentang Dasadarma Pramuka, yang berhubungan dengan paearubahan pasal-pasal Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka yang lain, akan ditentukan kemudian oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan memperhatikan keputusan Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang berhubungan dengan hal ini.
Apabila ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan pembentulan sebagaimana mestinya.
Keputusan ini mulai berlaku sejak ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 28 Februari 1979
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,
Ketua,
Ttd.
Letjen TNI (Purn) Mashudi
LAMPIRAN II SURAT KEPUTUSAN
KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA
NOMOR 036 TAHUN 1979
PENJELASAN DASADARMA PRAMUKA
A. Umum
1. Dasadarma adalah ketentuan moral untuk setiap anggota Gerakan Pramuka sehingga merupakan suatu tuntunan sikap dan lakkkuk yang berisi nilai-nilai yang harus menjadi tolak ukur manusia yang diidamkan.
2. Bagi anggota Gerakan Pramuka yang tidak mematuhinya akan menimbulkan rasa kurang dan salah sehingga dalam dirinya timbul kesadaran bahwa ia melanggar sesuatu, meskipun tidak diatur dengan ketentuan-ketentuan sanksi.
3. Dalam suatu proses belajar, seseorang akan menerima pengertian mengembangkan otoidentifikasi (tahu diri pribadi) dan melaksanakan ototransformasi (mengembangkan diri pribadi). Sejak awal, proses ini dimantapkan dengan mengulang-ulang tuntunan melalui bimbingan dan teladan dari orang dewasa, Dariniat meniru ke tingkat identifikasi sampai tingkat pemillihan itu, anak didik memerlukan dan mencari penuntun.
4. Usaha pendidikan dalam Gerakan Pramuka akan lebih bertepat guna apabila anak didik memperoleh tuntunan, teladan , dan personifikasi identifikasi (tokoh yang diidamkan) dari lingkungannya, lingkungan yang palling baik dan dekat adalah pembinanya, kemudian andalannya.
5. Karena itu Dasadarma Pramuka Indonesia juga harus dihayati dan diamalkan oleh orang dewasa, Pembina, dan andalam. Untuk Pramuka Penggalang, Dasadarma perlu dijabarkan, dijelaskan, dan diallihkan dalam bentuk yang sederhana. Untuk Pramuka Penegak/Pandega dan orang dewasa, perlu terus-menerus ditanamkan melalui pemikiran dan pengertian yang lebih mendalam.
B. Pokok-pokok Pengertian
1. Dasadarma adalah ketentuan moral. Karena itu, Dasadarma memuat pokok-pokok moral yang harus ditanamkan kepada anggota Pramuka agar mereka dapat berkembang menjadi manusia berwatak, warga Negara Republik Indonesia yang setia, dan sekaligus mampu menghargai dan mencintai sesame manusia dan alam ciptaan Tuhan Yang Mahaesa.
2. Republlik Indonesia adalah Negara hokum yang berdasarkan falsafah Pancasila, Karena itu, rumusan Dasadarma Pramuka berisi penjabaran dari Pancasila dalam kehidupannya sehari-hari.
3. Dasadarma yang berarti sepuluh tuntunan tingkah laku adalah sarana untuk melaksanakan satya (janji, ikar, ungkapan kata haaati). Dengan demikian, maka Dasadarma Pramuka pertama-tama adalah ketentuan pengamalan dari Trisatya dan kemudian dilengkapi dengan nilai-nilai luhur yang bermanfaat dalam tata kehidupan.
A. C. Penjelasan masing-masing Darma
1. Darma pertama: Takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa
a. Pendahuluan
Apa yang tercantum di dalam Trisatya tentang menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan yang terdapat dalam Dasadarma pertama sudah harus sedikit dibedakan bahwa:
Di dalam Trisatya, ungkapan itu merupakan janji (ikrar) seseorang yang diresapkan dalam hati atau dirinya sedangkan dalam hati atau dirinya sedngkan yang ada di dalam Dasadarma pertama adalah perwujudannya secara kongret dalam tingkah laku ataupun sikapnya,
Atau dengan kaata lain yang ada di dalam Trisatya itu merupakan sesuatu yang ada di dalam batin dan yang terdapat di dalam darma adalah yang tampak lahiriah. Oleh karena itu yang terdapat di dalam Dasadarma bukanlah suatu pengulangan, tetapi penekan
b. Pengertian
1) Takwa
a) Pengertian takwa adalah bermacam-macam, antara lain: bertahan, luhur, berbakti, mengerjakan yang utama dan meninggalakan yang tercela, hati-hati, terpelihara, dan lain-lain.
b) Pada hakekatnya takwa adalah usaha dan kegiatan seseorang yang sangat utama dalam perkembangan hidupnya. Bagi bangsa Indonesia yang berketuhanan Yang Mahaesa, yang menjadi tujuan hidupnya adalah keselamatan, perdamaian, persatuan dan kesatuan baik didunia maupun dikhirat, Tujuan hidup ini hanya dapat dicapai semata-mata dengan takwa kepada Tuhan Ynag Mahaesa, yaitu:
(1) (1) Bertahan terhadap godaan-godaan hidup, berkubu dan berperisal untuk memelihara diri dari dorongan hawa nafsu.
(2) Taat melaksanakan ajaran-ajaran Tuhan, mengerjakan yang baik dan berguna serta menjauhi segala yang buruk dan yang tidak berguna bagi dirinya maupun bagi masyarakat serta seluruh umat manusia.
(3) Mengembalikan, menyerahkan kepada Tuhan segala darma bakti dan amal usahanya untuk mendapatkan penilaian; sebagaimana Tuhan menghendaki sikap ini merupakan sikap seseorang kepada pribadi lain yang dianggap mengatasi dirinya, bahkan mengatasi segala-galanya, sehingga seseorang menyatakan hormat dan baktinya, serta memuji, meluhurkan dan lain-lain terhadap pribadi lain yang dianggap Mahaagung itu,
2) 2) Tuhan
Di sini kita dapat mencoba memahami pengertian kita tentang Tuhan baaik berpangkal dari kemanusiaan yang antara lain dianugerahi akal budi, maupun dari wahyu Tuhan sendiri yang terdapat dalam kitab suci yang diturunkan kepada kita melalui para Nabi/ Rosul.
a) Daei segi kemanusiaan (akal budi), Tuhan adalah zat yang ada secara mutlak yang ada dengan. Zat yang menjadi sumber atau sebab adanya segala sesuatu di dalam alam semesta (couse prima atau sebab pertama).
Karena itu, Dia tidak dapat disamakan atau dibandingkan dengan apa saja yang ada. Dia mengatasi, melewati, dan menembus segala-galanya.
b) Dari wahyu Tuhan sendiri yang dianugerahkan kepada kita melalui firman atau sabdaNya di dalam Kitab suci, kita dapat mengetahui bahwa Dia adalah pencipta Yang Maha Kuasa, Maha Murah, lagi Maha Penyayang Tuhan menjadikan alam semesta termasuk manusia tanpa mengambil suatu bahan atau menggunakan alat. Hanya kaarena afirman-Nya, alam semesta ini menjadi ada. Yang semula tidak ada menjadi ada, dari tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi dan luhur. Dari yang tiada bernyawa kepada yang bernyawa dan berjiwa, Dari hasil karya Tuhan itu, kita dapat mengenal segala macam sifat Tuhan yang melebihi dan mengatasi apa yang terdapat di dalam alam semesta ini, terutama dari wahyu Tuhan sendiri. Kita juga dapat memahami kegaiban Tuhan. Oleh karena itu, kita tidak dapat membandingkan zat kodrat sifat Ilahi dengan yang ada dalam ala mini. Hal ini juga termasuk dengan sifat Tuhan Yang Mahaesa. Namun sebagai insane manusia, kita akan berusaha memahami apa arti esa pada Tuhan itu.
a) c) Esa= satu/tunggal.
Maksudnya bukanlah “satu” yang dapat dihitung. Satu yang dapat dihitung adalah satu yang dapat dibagi atau disbanding-bandingkan. Maka, satu atau esa pada Tuhan adalah mutlak. Satu/tunggal yang tidak dapat dibagi-bagi dan dibandingkan.
“Tiada Tuhan selain Allah”.
3) Berbicara tentang pengertian taakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa tidak dapat dipisahkan daari pengertian moral, budi pekerti, dan akhlak.
Moral, budi pekerti atau akhlak adalah sikap yang digerakan oleh jiwa yang menimbulkan tindakan dan perbuatan manusia terhadap Tuhan, terhadap sesamamanusia, sesame makhluk, dan terhadap diri sendir. Akhlak terhadap Tuhan Yang Mahaesa meliputi cinta, takut, harap, syukur, taubat, ikhlas terhadap Tuhan, mencintai atau membenci kare Tuhan. Akhlak terhadap Tuhan Yang Mahaesa mengandung unsure-unsur takwa, berimankepada Tuhan Yang Mahaesa, dan berbudi pekerti yang luhur.
Akhlak terhadap sesame manusia atau terhadap masyarakat mencakup berbakti kepada orang tua, hubungan baik antara sesame, malu, jujur, ramah, tolong menolong, harga menghargai, memberi maaf, memelihara kekeluargaan, dan lain-lainnya. Akhalakterhadap sesame manusia mengandung unsur hubungan kemanusia mengandung unsure hubungan kemanusiaan yang baik akhlak terhadap sesama akhluk Tuhan yang hidup ataupun benda mati mencakup belas kasih, suka memelihara, beradab, dan sebagainya,
Akhlak terhadap sesame makhluk Tuhan mengandung unsure peri kemanusiaan.
Akhlak terhadap diri sendiri meliputi: memelihara harga diri, berani membela hak, rajin tanggungjawab, menjauhkan diri dari takabur, sifat-sifat bermuka dua sifat pengecut, dengki, loba, tamak, lekas putus asa, dan sebagainya.
Akhlak terhadap diri sendiri mengandung unsure budi pekerti yang luhur, berani mawas diri, dan mampu menyesuaikan diri.
c. Pelaksanaan
1) Sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka yang mengarahkan anak didik menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, dan juga karena falsafah hidup bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila, maka sudahseharusnyalah iman kepada Tuhan dari masing-masing anak didik itu diperdalama dan diperkuat.iman anak didik kepada Tuhan itu bellum cukup kalau hanya kita berikan pengajaran lisan/tertullis tanpa ada perwujudan kongkret dalam tingkah lakkku kehidupan anak didik.
Maka, apa yang diimani dari agama dan kepercayaan tentang Tuhan haruslah dijabarkan dalam sikap hidupnya yang nyata dan dapat dirasakan oleh llingkungannya, karena itu akan terdapat kepicangan apabila Gerakan Pramuka hanya dapat mengemukakan ajaran tentang takwa kepada Tuhan Yang Mahaesa ini, tetapi kurang memberikan bimbingan dan kesempatan kepada peserta didik untuk melaksanakan darmanya yang pertama ini. Untuk mewujudkan cita-cita Gerakan Pramuka, dalam hal ini banyak caran dan metode yang dapat dilaksanakan, sesuai dengan tingkat umur dan kemampuan anak didik dan kepercayaan masing-masing.
Cara atau metode dapaat berlainan, tetapi tujuannya kiranya hanya satu, ialah terciptanya manusia Indonesia yang utuh dan sempurna (Pancasilais).
Segala macam ketentuan moral/kebaikan yang tersimpan dalamajaran agama (seperti tertera dalam darma-darma yang berikut)seharusnyalah dikembangkan dalam sikap hidup anak didik. Darma-darma itu merupakan bentuk-bentuk perwujudan kongret dari takwanya kepada Tuhan di samping doa, sembahyang, dan bentuk peribadatan lain.
Sebagai Contoh.
Sikap cinta dan kasih saying, etia, patuh, adil, jujur, suci,dan lain-lain adalah merupakan pengejawantahan dan perwujudan dari ketakwaan seseorang kepada Tuhan. Sulit untuk mengatakan bahwa sebenarnya tidak jujur orang mengarahkan dia itu takwa kepada Tuhan, tetapi dalamhidupnya dia bertindak dan bersikap membenci, curang, tidak adil, dan sebagainya terhadap sesamanya.
2) Maka dari itu, dalam prakteknya, mengembangan ketakwaan kepada Tuhan dapat dilaksanakan dalam segala kegiatan kepramukaan mulai dari bermain dampai kepada bekerja sama dan hidup bersama.
Dalam kegiatan permainan, kita sudah dapat menamkan sifat-sifat jujur, patuh, setia dan tabah.
Kalau anak sudah dibiasakan bermaian seperti itu, maka dia akan berkembang menjadi pribadi yang baik, berwatak luhur dan berkepribadian.
Akhirnya, akan berguna bagi sesame manusia, masyarakat, bangsa dan negaranya. Semua ini tiada lain didasarkan pada takwanya kepada Tuhan.
3) Menuntun anak untuk melaksanakan ibadah,
4) Menyelenggarakan peringatan-peringatan hari besar agama.
5) Menghormati orang beragama lain.
6) Menyelenggarakan cermah keagamaan.
7) Menghormati orang tua.
2. Darma kedua: Cinta alam dan kasih saying sesama manusia
a. Pengertian
1) 1) Tuhan Yang Mahaesa telah menciptakan seluruh alam semesta yang terdiri dari manusia, binatang, tumbuhan-tumbuhan, dan benda-benda alam.
Bumi, alam, hewan, dan tumbuh-tumbuhan tersebut diciptakan Allah bagi kesejahteraan manusia.Karena itu, sudah selayaknya pemberian Allah ini dikelola, dimanfaatkan, dan dibangun.
Sebagai makhluk Tuhan yang lengkap dengan akal budi, rasa, karsa dan karya, serta dengan kelima inderia manusia patut mengetahui makna seluruh ciptaana-NYa.
Wajar dan pantaslah Pramuka, secara alamiah, melimpahkan cinta kepada alam sekitarnya (benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan), kasih sayang kepada sesama manusia dan sesama hidup serta menjaga kelestariannya.
Kelestarian benda alam, satwa, dan tumbuh-tumbuhan perlu dijaga dan dipelihara kaarena hutan tanah, pantai, fauna, dan flora serta laut merupakan sumber alam yang perlu dikembangan untuk menunjang kehidupan generasi kini dan dipelihara kelestariannya untuk kehidupan generasi mendatang.
Di samping itu, sebagai Negara kepulauan pemanfaatan wilayah pesisir dan lautan yang sekaligus memelihara kelestarian sumber ala mini dengan menanggulangi pencemaran laut, perawatan hutan, hutan bakau dan hutan payau, serta pengembangan budi daya laut menduduki tempat yang penting pula.
2) 2) Yang dimaksud dengan cinta dan kasih saying apabila manusia dapat ikut merasakan suka dan derita alam sekitarnya khususnya manusia. Kelompok-kelompok manusia ini merupakan bangsa-bangsa dari Negara yang terdapat di dunia ini. Bila kita ingindan mau mengerti dan bergaul dengan bangsa lain maka rasa kasih sayanglah yang dapat mendekatkan kita dengan siapa pun. Dengan demikian, akan terciptalah perdamaian dan persahabatan antar manusia maupun antar bangsa.
Khususnya sebagai seorang Pramuka menganggap Pramuka lainnya baik dan Indonesia maupun dari bangsa lain sebagai saudaranya kaarena masing-masing mempunyai satya dan darma sebagai ketntuan moral. Pramuka Indonesia yang bertujuan menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur sudah sepantasnyalah jika ia berusaha meninggalkan watak yang dapat menjauhkan ia dengan ciptaan Tuhan lainnya dengan memiliki sifat-sifat yang penuh rasa cinta dan kasih saying.
3) 3) Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan sila kedua dari Pancasila
b. Pelaksanaan dalam hidup sehari-hari.
1) Membawa peserta didik kea lam bebas kebun raya agar mengetahui dan mengenal berbagai jenis tumbuhn-tumbuhan, Anjurkanlah kepada meereka memelihara tenaman di rumah masing-masing. Hal ini dapat dijadikan persyaratan untuk mencapai tanda kecakapan khusus.
2) Begitu pula halnya sikap kita terhadap binatang, perkenalakan peserta didik dengan sifat masing-masing jenis binatang untuk mengetahui manfaatnya. Anjurkan juga memelihara dengan baik binatang yang mereka meliki.
3) 3) Kasih saying sesama manusia tidak lepas dari perwujudan kerendahan diri manusia sebagai makhluk terhadap keagungan pencipta-Nya. Ketakwaan kita kepada Tuhan Yang Mahaesa wajib dihayati sepanjang hidup. Di samping itu, perlu membangun watak utama antara lain, tidak mementingkan diri pribadi, menghargai orang lain meskipun tidak sebangsa dan seagama. Demikian pula, bersaudara dengan Pramuka sedunia.
4) 4) Siapa pun yang kita kenal dan kita dekaaaaati lambaat-laun akan timbul rasa cinta alam dan kasih saying sesama manusia. Rasa inilah yang dapat menggugah rasa dekat dengan Alkhalik, karena tidak terhalang oleh rasa benci, marah dan sifat-sifat yang tidak terpuji, dengan demikian, kita menyadari keagungan Tuhan Yang Mahaesa.
3. Darma Ketiga : Patriot yang sopan dan ksatria
a. Pengertian
1) 1) Patriot berarti putra tanah air, sebagai seorang warga Negara Reoublik Indonesia, seorang Pramuka adalah putra yang baik, berbakti, setia dan siap siaga membela tanah airnya.
2) 2) Sopan adalah tingkah laku yang halus dan menghormati orang lain. Orang yang sopan bersikap ramah tamah dan bersahabat bukan pembenci dan selalu disukai orang lain.
3) 3) Ksatria adalah orang yang gagah berani dan jujur. Ksatria juga mengandung arti kepahlawanan, sifat gagah berani dan jujur. Jadi, kata ksatria mengandung makna keberanian, kejujuran, dan kepahlawanan.
4) 4) Seorang Pramuka yang mematuhi darma ini, bersma-sama dengan warga Negara yang lain mempunyai satu kata hati dan satu sikap mempertahankan tanah airnya, menjunjung tinggi martabat bangsanya.
5) 5) Darma ini adlah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila ketiga.
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
1) 1) Membiasakan dan mendorong anggota Pramuka untuk:
a) a) menghormati dan memahami serta menghayati lambing Negara, bendera sang Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
b) b) mengenal nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sepeerti kekeluaargaan, gotong-royong, rmah tamah, religious, dan lain-lain.
c) c) Mencintai bahasa, seni budaya, dan sejarah Indonesia.
d) d) Mengerti, menghayaati, mengamalkan dan mengamankan Pancasila.
2) 2) Mengenal adapt-istiadat suku-suku bangsa di Indonesia.
3) 3) Mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan diri pribadi. Selalu membantu dan membela yang lemah dan yang benar.
4) 4) Membiasakan diri berani mengakui kesalah dan membenaarkan yang benar.
5) 5) Menghormati orng tua, guru dan pemimpin.
4. Darma keempaat: Patuh dan suka bermusyawarah.
a. a. Pengertian
1) 1) Patuh berarti setia dan bersedia melakukan sesuaaatu yang sudah disepakati dan ditentukan.
2) 2) Musyawarah adalah laku utama seorang democrat yang menghormati pendapat orang lain. Orang yang suka bermusyawarah terhindar dari sikap yang otoriter dan semau sendiri. Dalam setiap gerak dan tindakan yang menyangkut orang lain, seorang lain baik dengan orang-orang yang terikat dalam pekerjaan atau dalam bentuk-bentuk organisasi.
3) 3) Darma adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila keempat.
b. b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
1) 1) Membiasakan diri untuk menepati janji, mematuhi peraturan yang ditetapkan di gugusdepan dan mematuhui peraaaaturan di RT/RK, kampung dan desa, sekolah dan peratur perundang-undangan yang berlaku.
Misalnya, setia mengikuti latihan membayar iuran, menaati peraturan lalu llintas dan lain-lain.
2) 2) Belajar mendengar pendapat orang, menghargai gagasan orang lain.
3) 3) Membiasakan untuk merumuskan kesepakatan dengan memperhaaatikan kepentingan orang banyak
4) 4) Membiasakan diri untuk bermusyawarah sebelum melaksanakan suatu kegiatan (misalnya akan berkemah, widyawisata dan lain-lain.
5. Darma kelima: Rela menolong dan tabah
a. Pengertian
1) 1) Rela atau ikhlas adalah perbuatan yang dilakukan tanpa memperhitungkan untung dan rugi (tanpa pamrih). Rela menolong berarti melakukan perbuatan baik untuk kepentingan orang lain yang kurang mampu. Dengan maksud, agar orang yang ditolong itu dapat menyelesaikan maksudnya atau kemudian mampu merampungkan masalah seta tantangan yang dihadapi.
2) 2) Tabah atau ulet adalah suatu sikap jiwa tahan uji. Meskipun seseorang mengetahui bahwa menjalankan tugasnya akan menghadapi kesulitan, tetapi ia tidak mundur dan tidak ragu.
3) 3) Darma ini adalah tuntunan untuk mengamalkan Pancasila sila kelima.
b. Pelaksanaan dalam Hidup sehari-hari
1) 1) Membiasakan diri cepat menolong kecelakaan tanpa diminta
2) 2) Membantu menyeberang jalan untuk orang tua, wanita.
3) 3) Memberi tempat di tempat umum kepada orang tua dan wanita.
4) 4) Membiasakan secara bertahap untuk mengatasi masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari di rumah, dan dimasyarakat..
6. Darma keenam : Rajin, terampil, dan gembira
a. Pengertian
1) 1) Rajin
Manusia dibedakan dengan makhluk hidup yang lain kaarena ia diciptakan mempunyai akal budi. Dengan demikian harus mengmbangkan diri dengan membaca, menulis, dan belajar, Dengan perkataan lain, ia menjalani proses kodrati dalam mendidik diri.
Lebih-lebih lagi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah melejit demikian cepat, maka menjadi kewajiban kita semua untuk mendorong anak didik (juga orang dewasa) untuk selalu rajin belajar, selalu berusaha dengan tekun, senantiasa tetap mengembangkan dirinya, dan selalu tertib melaksanakan tugas.
2) 2) Terampil
Setiap manusia haarus beeerupaya untuk dapat berdiri di atas kaki sendiri. Untuk hal itu, yang menjadi syarat utama adalah keahlian dan keterampilan serta dapat mengerjakan suatu tugas dengan cepat dan tepat dengan hasil yang baik.
3) 3) Gembira
Manusia itu hidup dan menghidupi dengan mencari jalan bagaimana hidup yang baik. Untuk itu ia harus bekerja mencari nafkah, dan bersama-sama dengan orang lain ia bekerja sama.
Banyak kesulitan, rintangan, dan hambatan yang dihadapi. Dan tantangan ini akan diatasi dengan dorongan motivasi yang kuat. Suatu upaya untuk mendapat motivasi ini adalah manusia harus dapat berfikir cerah, berjiwa tenang, dan seimbang.
Hal ini dapat dicapai bila manusia selalu mencari hal-hal yang positip dan optimistis.
Sikap ppositip, optimis ini diperoleh dengan laku yang riang sehingga menimbulkan suasana gembira. Kegembiraan adalah perasaan senang dan bangga yang menimbulkan kegiatan dan bahkan rasa keberanian.
4) 4) Rajin, terampil, dan gembira perlu selalu diterapkan dalam setiap usaha dan kegiatan.
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-haari
1) Rajin
a) a) Biasakan membaca buku yang baik.
b) b) Biasakan untuk membuaat karya tulis.
c) c) Selenggarakan diskusi-diskusi untuk belajar; mengolah pikiran, mengemukakan pendapat.
d) d) Tentukan jadwal harian yang tetap untuk belajar.
Belajar selama dua jam sehari adalah layak.
e) e) Atur kegiatan dengan menyesuaikan dengan kegiatan di sekolah, di rumah dan Gerakan Pramuka.
f) f) Membiasakan untuk menyusun jadwal kegiatan sehari-hari.
2) Bekerja
a) a) Jelaskan bahwa dibalik kesulitan, kegagalan, dan kekewaan selalu terdapat hal-hal yang baik dan berguna.
b) b) Biasakan bekerja menurut manfaat dan disesuaikan dengan kemampuan.
c) c) Jangan terlula cepat menegur, mengkertik atau menyalahkan orang lain.
d) d) Hargai dan atonjolkan suatu prestasi kerja.
e) e) Berikan beban dan tugas yang terus berkembang.
f) f) Berusaha untuk bekerja dengan rencana.
g) g) Bergembiralah dalam tiap usaha.
h) h) Selesaikan setiap tugas pekerja, jangan tunda sampai esok hari.
3) Terampil
a) a) Pilihlah suatu jenis kemahiran dan keahlian yang sesuai dengan bakat.
b) b) Latih terus-menerus.
c) c) Jangan cepat puas setelah selesai mengerjakan sesuatu.
d) d) Mintalah tuntunan dari orang yang lebih berpengalaman.
e) e) Jangan menolak tugas pekeerjaan apa pun yang diberikan pada Saudara.
Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan yang ada.
7. Darma ketujuh: Hermat, cermat, dan bersahaja
a. Pengertiam
1) Hemat
a) a) Hemat bukan beraaati “kikir” tetapi lebih terarah kepada dapatnya seorang Pramuka melakukan dan mengunakan suatu secara tepat menurut kegunaannya.
b) b) Secara rohaniah, dapat berarti suatu usaha memerangi hawa nad\fsu manusia dari keinginan berlebihan yang merugikan diri sendiri dan orang lain; (uang, mendisiplinkan diri sendiri).
Menghemat bukan berarti a social tapi untuk lebih memungkinkan dalam memberi kemungkinan usaha social ke pihak lain, (luang, tenaga, waktu dan sebagainya) yang lebih menguntungkan.
c) c) Secara material, dapat berarti memanfaaatkan sesua(materi) menurut keperluan sehingga usaha tidak berguna dapat dibendung sehingga dapat berguna bagi dia sendiri dan ornag lain.
2) Cermat
Cermat lebih berarti “ teliti” sikap lakku seorang Pramuka harus senantiasa teliti baik terhadap dirinya sendiri (introspeksi) maupun yang datangnya dari laur dirinya sehingga ia senantiasa waspada.
Hal ini dapat dilakukan melalui proses berfikir, mengitung, dan mempertimbangkan segala sesuatu, untuk berbuat. Seorang Pramuka harus cerdas, terampil agar ia senantiasa terhindar dari kekeliruan dan kesalahan.
Ia harus berusaha untuk berbuat sesuatu dengan terencana dan yang bermanfaat.
3) Bersahaja
Hal ini lebih berarti, sederhana kesederhanaan yang wajar dan tidak berlebih-lebihan sehingga dapat memberi kemungkinan penggambaran jiwa untuk (penampilan diri) dan menimbulkan kemampuan untuk hidup dengan apa yang didapat secaara halal tanpa merugikan diri sendiri dan ornag lain. Ia harus dapat menyerasikan antara keinginkan dan kemampuan, Bersahaja juga dapat berarti keberanian untuk menyatakan sesuatu yang sebenarnya.
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
1) 1) Menggunakan waktu dengan tepat ke sekolah, tidur, makan, latihan dan sebagainya.
2) 2) Tidak ceroboh.
3) 3) Bertindak dengan teliti pada waktu yang tepat agar ia tidak dirusakkan oleh keinginan jahat dari luar.
4) 4) Sadar akan dirinya sebagai suatu pribadi.
5) 5) Berpakaian yang sederhana tanpa perhiasan yang berlebihan-lebihan
6) 6) Meneliti sahulu sebellllum berbuat sesuaatu agar terjadi ketepatan di dalam pelaksanaannya.
7) 7) Penggunaan listrik (siang hari dimatikan).
8) Pengguna air tidak terbuang percuma.
9) 9) Memeriksa pekerjaan sebellllum diserahkan kepada Pembina.
10) 10) Menggunakan uang jajaan dengan hemat.
11) 11) Membiasakan anak belanja kewarung dan pasar dengan teratur.
12) 12) Memberi anak tanggung jawab untuk tugs di rumah dan lain=lain.
13) 13) Membiasakan untuk menabung
14) 14) Bekerja berdasarkan manfaat dan rencana
.
8. Darma kedelapan: Disiplin, berani dan Setia
a. Pengertian
1) 1) Disiplin dalam pengertian yang luas berarti paaaaaatuh dan mengikuti pemimpin dan atau ketentuan dan peraturan.
2) 2) Dalam pengertian yang lebih khusus, disiplin berti mengekang dan mengendalikan diri.
3) 3) Berani adalah suatu sikap mental untuk bersedia menghadapi dan mengatasi suatu masalah dan tantangan.
4) 4) Setia berarti tetap pada suatu pendirian dan ketentuan.
5) 5) Dengan demikian, maka berdisiplin tidak secara membabi buta melaksanakan perintah, ketnetuan dan peraturan, sebagai manusia ciptaan Tuhan, seseorang harus berani berbuaaaat berdasarkan pertimbangan dan nilai yang lebih tinggi.
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-haaaari
1) 1) Berusaha untuk mengendalikan dan mengaaaatur diri (self disiplin).
2) 2) Mentaati peraaturan.
3) 3) Menjalani ajaran dari ibadah agama,
4) 4) Belajaaar untuk menilai kenyataan, bukti dan kebenaran suatu keterangan (informasi).
5) 5) Patuh dengan pertimbangan dan keyakinan.
9. Darma kesembilan: Bertanggungjawab dan dapat dipercaya,
a. Pengertian dan Pelaksanaan dalan Hidup sehari-hari.
1) 1) Yang dimaksud dengan bertanggungjawab ialah:
Pramuka itu bertanggungjawab atas segala sesuatu yang diperbuat baik atas perinnntah maupun tidak, terutama secara pribadi bertanggungjawab terhadap Negara, bangsa, masyarakat dan keluarga misalnya :
a. a. Segala sesuatu yng diperintahkan kepadanya, harus dilakukan dengan penuh rasa tanggungjawab.
b. b. Segala sesuatu yang dilakukan atas kehendak sendiri dilakukan dengan penuh rasa tanggungjawab.
c. c. Pramuka harus berani bertanggungjawab atas suatu tindakan yang diambil, di luar perintah yang diberikan kepadanya karena perintah tersebut tidak dapat atau sulit dilaksanakannya,
d. d. Seorang Pramuka tidak akan mengelakkan suaatu tanggungjawab dengan suatu alasan yang dicari-cari,
Tujuannya adalah mendidik dan memasukkan suaaatu tanggungjawab yang besar kepadanya.
2) 2) Yang dimaksud dengan dapat dipercaya ialah: Pramuka itu dapat dipercaya, baik perkataannya maupun perbuatannya.
Misalnya:
a) a) Dapat dipercaya itu berarti juga jujur, yaitu jujur terhadap diri sendiri, terhadap anak didik dan terhadap orang lai n terutama yang menyangkut uang, materi dan lain-lain.
b) b) Pramuka dapat dipercaya atas kata-katannya, perbuatannya dan lain sebagainya, apa yang dikatakannya tidaklah suaaatu karangan yang dibuat-buat.
c) c) Apabila ia ditugaskan untuk melaksanakan sesuatu, maka ia dapat dipercaya bahwa ia pasti akan melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.
d) d) Dalam kehidupan sehari-hari dimana dan kapan pun juga Pramuka dapat dipercaya bahwa ia tidak akan berbuat sesuatu yang tidak baik, meskipun tidak ada orang yang tahu atau yang mengawasinya.
e) e) Selalu menepati waktu yang sudah ditentukan,
Tujuan adalah mendidik Pramuka menjadi oarnag yang jujur dan yang dapat dipercaya akan segalati ngkah lakunya.
10. Darma kesepuluh : Suci dalam pikiran Perkataan dan peeerbuatan
a. Pengertian
1) 1) Seorang Pramuka dikatakan matang jiwanya, bila Pramuka itu dalam setiap tingkah lakunya sudah mengambarkan laku yang suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
2) 2) Suci dalam pikiran berate bahwa Pramuka tersebut selalu melihat dan memikirkan sesuatu itu pada segi baiknya atau ada hikmahnya dan tidak terlintas sama sekali pemikiran ke arah yang tidak baik.
3) 3) Suci dalam perkataan setiap apa yang telah dikatakan itu benar, jujur seerta dapat dipercaya dengan tidak menyinggung perasaan oeng lain.
4) 4) Suci dalam peerbuatan sebagai akibat dari pikiran dan perkataan yang suci, maka Pramuka itu harus sanggup dan mampu berbuat yang baik dan benar untuk kepentingan Negara, bangsa, agama dan keluarga.
5) 5) Dengan selalu melakukan pikiran, perkataan dan perbuatan yang suci akan menimbulkan pengertian dan kesadaran menurut siratan jiwa Pramuka sehingga Pramuka itu memukan dirinya sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka Antaranya: “…. Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur, tinggi metal-moral budi pekerati dan kuat keyakinan beragamanya…”
b. Pelaksanaan dalam Hidup Sehari-hari
1) 1) Seorang Pramuka selalu menyumbangkan pikirannya yang baik, tidak berprasangka, dan tidak boleh mempunyai sikap-sikap yang teercela dan selalu menghargai pemikiran-pemikiran orang lain. Sehingga timbul salaing haarga menghargai sesame manusia dalam kehidupannya sehari-hari.
2) 2) Seorang Pramuka akan selalu berhati-hati dan berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan diri aterhadap ucapannya, dan menjauhkan diri dari perkataan-perkataan yang tidak pantas dan menimbulkan ketidak percaayaan orang lain.
3) 3) Seorang Pramuka akan menjadi contoh pribadi dalam segala tingkah lakunya dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang jelek yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.
4) 4) Setiap Pramuka mempunyai pegangan hidup yaitu agama, jelas di sini bahwa Pramuka itu beragama bukan hanya dalam pikiran dan perkataan belaka, tetapi keberagamaan Pramuka tercermin pula dalam perbuatan yang nyata.
5) 5) Usaha agar Pramuka itu satu dalam kata dan perbuatannya.
Jakarta, 28 Februari 1979
Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Ketua,
ttd
Letjen TNI (Purn) Mashudi








Maret 31, 2007 pada 10:56 pm Tapi kenapa teori evolusi terus bertahan hingga sekarang pak?Kalo di Quran, ada ga yang menjelaskan kesalahan teori ini? Saya sudah beli bukunya harun yahya, tapi mau minta penjelasan yang lebih sederhana, he…
@
Kalau tak salah… salah satunya karena : Jika teori evolusi tidak ada, berarti harus mengakui adanya proses penciptaan seketika. Ini tidak nyaman tentunya bagi proses pragmatisme ilmu. Jadi bertahan dengan “segala” usaha berpikir dan lain sebagainya dengan merujuk berbagai bukti dan yang disanggah oleh artikel Hamdan Nasrullah (ini hanya salah satu dari sekian banyak artikel – lihat sebagian kecil di tag “evolusi”).
Kalo di Quran, ada ga yang menjelaskan kesalahan teori ini? Merujuk langsung, tidak ada. Tapi kalau kita melihat penciptaan manusia :
QS 2. Al Baqarah 30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku apa yang tidak kamu ketahui.”
3. Ali ‘Imran 59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.
Maka ayat tersebut menjelaskan bahwa penciptaan bukan step by step dari mahluk hidup lain.
Menerima penciptaan manusia dari “mahluk lain”, jelas mengingkari ayat ini.
QS 51. Adz Dzaariyaat 49. Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.
17. Al Israa’ 70. Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[862], Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
QS 36. Yaasiin 71. Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?
Di sini dijelaskan binatang ternak diciptakan. Namun, tidak ada penjelasan bahwa penciptaannya dari mahluk yang lain (juga kalau dari mahluk yang lain – asumsi evolusi benar) bukan juga berarti tidak ada penciptaan. Namun, merujuk pada penciptaan manusia, logika iman akan merujuk pada proses penciptaan tunggal, artinya gajah tidak beranak kerbau atau bakal jadi kerbau setelah jutaan tahun. Di ciptakan pertama buaya, ya sekarang juga tetap buaya……
QS 23. Al Mu’minuun 42. Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain.
QS 2. Al Baqarah 164. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.
QS 42. Asy Syuura 29. Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.
April 4, 2007 pada 12:38 am lha.. si Darwin bilang manusia berasal dari kera.. tapi kok sekarang kera masih banyak.. harusnya kan klo dia bener, mana ada lagi kera soalnya sudah berevolusi jd manusia semua.. hehehe.. yang ada sekarang banyak manusia yg jadi kera.. sifatnya kera.. otaknya juga kera.. tapi berlagak pinter, doyannya korupsi, makan uang rakyat.. betul?..betullll….[^_^]..@
Secara persis memang Darwin katanya tidak pernah bilang bahwa nenek moyangnya dari kera, tapi secara tak langsung (hakikatnya), sepertinya Darwin memang mengakui dirinya berasal dari monyet, paling tidak dari ketaksengajaan dan hasil seleksi alam.
Tidak semua kera berevolusi menjadi Darwin dan saudara-saudaranya, ada juga yang tetap menjadi kera. Namu, menurut sejarah, yang saya pernah baca, Darwin itu orang Inggris … mungkin karena itu di Inggris sangat sulit dijumpai kera. Tapi kerajaan “Buckingham Palace”, tegak berdiri dan megah.
Nah, yang terakhir… dari Mba Rika, menurut hipotesis agor, mutasi genetis dari sifat-sifat kera, .. ah jangan-jangan sifat-sifatnya menular di bangsa ini. Jadilah bangsa ini doyan korupsi, karena mutasi psikologis genetis dari kera Inggris. Mungkin perlu dilakukan penelitian tersendiri di IKI.
April 22, 2007 pada 1:29 pm Kalau teori evolusi itu memang salah, apa bisa dijelaskan mengapa ras manusia itu berbeda2? Mengapa kita berbicara dalam bahasa yang berbeda? Mengapa virus flu banyak variannya hingga ada virus flu burung? Hmm kalau bicara evolusi pengetahuan saya hanya sebatas buku biologi SMA kelas 3 IPA, plus referensi2 tambahan belajar sendiri haha.
Terus terang saya pendukung teori evolusi haha, buat saya menjadi seorang manusia itu tidak spesial di alam semesta, karena kita semua juga benda alam semesta, hanya saja kita memiliki tingkat intelegensi tinggi (di bumi).“Tetapi mereka yang benar-benar ahli di bidang ini mengetahui bahwa kisah “evolusi manusia” tidak memiliki dasar ilmiah.”
Bisa liat ini dikutip darimana hehe?
@
memiliki intelegensia tinggi, itulah spesialnya….
Mei 18, 2007 pada 4:30 pm memang karena darwin sudah terlalu pintar maka tanpa bimbingan Allah ia sudah salah dalam membuat teori,kalau mau tahu tentang asal usul manusia kita tidak bisa seperti itu karna semua yang ada di alam semesta itu adalah Karya Allah,dan rahasiaNya mau nyamain Allah ga akan bisa.Jadi sebaiknya semua buku-buku didunia yang ada teori darwin di ganti. Karena kebohongan telah terjadi,untuk apa terus dipakai,artinya kita masih mau ikut akan dosa yang telah diperbuat darwin,kita harus kembali kejalan yang memang benar.oce. Jesus Bless Us
Mei 18, 2007 pada 4:33 pm memang karena darwin sudah terlalu pintar maka tanpa bimbingan Allah ia sudah salah dalam membuat teori,kalau mau tahu tentang asal usul manusia kita tidak bisa seperti itu karna semua yang ada di alam semesta itu adalah Karya Allah,dan rahasiaNya mau nyamain Allah ga akan bisa.Jadi sebaiknya semua buku-buku didunia yang ada teori darwin di ganti. Karena kebohongan telah terjadi,untuk apa terus dipakai,artinya kita masih mau ikut akan dosa yang telah diperbuat darwin,kita harus kembali kejalan yang memang benar.oce. God Bless Us
Mei 25, 2007 pada 3:45 pm jelekk, kurang menarik@
Trims ya… hanya gambaran komentar ini, kalau boleh lebih terurai. Jelek sulit dipersepsikan. Begitu juga kurang menarik. Tapi, bagaimanapun terimakasih mau berkomentar. Salam.
Mei 25, 2007 pada 5:33 pm Zaman sekarang sudah nampak ada evolusi dari manusia menjadi kera.@
Mei 28, 2007 pada 10:19 am Yang menarik adalah penciptaan Isa seperti penciptaan Adam:
Ali ‘Imran 59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.
berarti hal ini juga sebaliknya penciptaan Adam seperti penciptaan Isa
Penciptaan manusia di dalam Al Quran disebutkan: dari tanah, dari saripati tanah, dari air mani. saya tidak hafal ayatnya
Apakah semua itu berbeda? Kalau berbeda maka ayat2 Al Quran bisa menjadi bertentangan.
Seperti surat Al Alaq Penciptaan manusia dari segumpal darah dan seterusnya…sehingga menjadi janin manusia sempurna atau selama dalam rahim penciptaan manusia memerlukan proses pertumbuhan dan perkembangan secara bertahap.
Bukankah Isa dan Adam manusia?
Segala sesuatu di alam ini kan berdasarkan sunatullah atau hukum yang telah ditetapkan Allah melalui suatu proses bertahap agar mencapai kesempurnaan dan keseimbangan.
Apakah Isa dan Adam langsung diciptakan dalam sekejap tanpa proses? Saya kira tidak.
Isa diciptakan Allah didalam rahim Maryam yang perawan. Yang melalui proses perkembangan/pertumbuhan dalam rahimnya sehingga mencapai kesempurnaan wujud manusia. Tapi disini tanpa air mani karena adanya penciptaan oleh Allah, tapi dalam rahim tersebut bakal janin itu berkembang/berproses. Makanan atau saripati makanan yang diberikan oleh Maryam kepada janinnya berasal dari Tanah (tumbuhan dan hewan) yang dimakan Maryam kemudian setelah dicerna Maryam menjadi saripati tanah yang kemudian diserap oleh janin untuk perkembangannya.
Kalau penciptaan Isa seperti hal tersebut diatas maka berdasarkan ayat:
Ali ‘Imran 59. Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.
maka Adam pun diciptakan seperti itu pula.
Melalui proses perkembangan dalam rahim. Tapi kemungkinannya rahim tersebut adalah meminjam rahim suatu makhluk yang belum bisa disebut manusia. Yang makhluk tersebut juga makan dari tanah sehingga janin cikal bakal manusia pertama tersebut juga berkembangan dalam proses bertahap dari segumpal darah, tulang, dibalut daging dan seterusnya hingga menjadi makhluk berbentuk lain “manusia sempurna”.
dan berdasarkan ayat:
QS 51. Adz Dzaariyaat 49. Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.
maka dalam rahim sesuatu makhluk yang belum bisa disebut sebagai manusia itu diciptakan pula Hawa atau cikal bakalnya adam belah dua. Jadi Adam dan Hawa adalah sejanin kakak beradik kembar pengantin.
Kira-kira begitu sehingga ayat-ayat Al Quran menjadi tidak bertentangan dan menjadi saling menjelaskan.
Wallahu A’lam bishawab.@
Uraian yang menarik. Mas, komentar Mas saya naikkan ke postingan sendiri ya, berikut catatan dari agor. Trims.
Mei 28, 2007 pada 11:50 am Saya memandang, penciptaan Nabi Adam dan nabi Isa ada kesamaan dalam keajaibannya/keanehannya/kekuasaan Penciptanya. Prosesnya bisa beda.
Nabi Isa sendiri mempunyai mukjijat membuat burung hidup dari tanah liat.
Jadi dikaitkan dengan teknologi masa kini (mungkin masih terus berkembang), penciptaan Hawa berhubungan dengan kloning yang diambil DNAnya dari tulang rusuk Nabi Adam yang disimpan dalam sel telur mahluk mirip manusia. Seperti di film Jurasic Park.@
Betul, saya lebih cenderung memilih proses penciptaan Nabi Adam dan Isa seperti yang disampaikan Mas Dedi, sebagai kekuasaanNya dalam penciptaan. Teoritis, dalam struktur genetis semua fungsi laki-laki dan wanita dasarnya sama. XX dan YY.
Mei 28, 2007 pada 8:37 pm […] Akal?Dedi Ganedi pada TEORI EVOLUSI: PENIPUAN ILMIAH PALING TERSOHOR SEPANJANG SEJARAHIbrahim pada TEORI EVOLUSI: PENIPUAN ILMIAH PALING TERSOHOR SEPANJANG SEJARAHannas pada Pengemis Buta :’…Jangan dekati ….. Dia itu orang gila’MaIDeN pada Sampai Dimana Batas […]
Mei 31, 2007 pada 9:16 am klo manusia dr kera. trs kera dr evolusi makhluk apa ya…@
hmmm kera ya dari kera… tapi saya nggak ikutan lho…
kalau saya yakin dari ibu Bapak saya yang manusia. Kalau saya tanyakan ke 200 ribu generasi di atasnya juga… saya yakin jawaban berurut sama juga…
Jgn diseriusi ya… guyon…
Mei 31, 2007 pada 11:41 pm pak saya mendapatkan tugas,oleh dosen saya di suruh untuk mencari gambar yang bisa memberikan anggapan penipuan dalam dunia sains.
jadi kesan pertama ketika kita melihat gambar tersebut langsung oh itu adalah penipuan dalam dunia sains..
saya tunggu balasannya yah..@
Mas steven, saya tidak paham dengan tugas “aneh” ini. Yang dimaksud gambar itu apa? (foto, lukisan, interpretasi). Penipuan sains itu apa?, apa memandang moral dari sudut sains atau prasangkaan statistik. Statistik menjelaskan bukan seberapa besar penipuan, tapi seberapa besar deviasi terhadap sebuah nilai yang dianggap benar. Teori evolusi bukan penipuan sains… bahkan juga apa masuk katagori sains, saya tidak yakin.
Kalau atom itu kata Dalton adalah zarah terkecil, sains mengoreksi kemudian setelah ada penelitian baru, penemuan baru. Tapi itu tidak menipu, tapi sains kan berkembang dinamis. Produk sains adalah teknologi, teknologi dipakai menjadi alat untuk menipu. Sains selalu diasumsikan bebas nilai, meskipun pada interpretasi atau review kemudian tidak bebas nilai. Penipuan dengan teknologi sudah begitu banyak terjadi, artinya produk dikomunikasikan tidak sesuai fakta, tapi sains tidak menipu.
Saya tidak bisa memberikan gambar atau contoh, selain tidak mengerti, juga terasa aneh permintaan dosen Mas ini. Tapi memakai pendekatan sains untuk “menipu” artinya menggunakan sains untuk kepentingan moral. Kalau seperti itu yang dimaksud, apakah gambar-gambar teori evolusi masuk ranah ini?, apakah tongkat yang terpotong ketika masuk ke dalam air karena perbedaan sudut refraksi cahaya disebut penipuan dunia sains?, apakah menggambarkan monyet berkepala manusia penipuan dalam dunia sains?, apakah mengambil (mengakui teorema) sebagai karya sendiri penipuan dalam dunia sains?, apakah membuat gambar bumi lebih besar dari matahari penipuan dalam dunia sains?
Saya kira, yang disebut penipuan di dunia sains adalah yang berkenaan dengan penemuan baru, tapi ternyata bukan dan sengaja dibohongkan. Misalnya penemuan unsur No. 118 dari tabel sistem periodik kimia atau dari batu bisa dibuat emas (padahal tidak bisa dibuktikan), mungkin begitu. Lalu gambarnya? wah coba berkunjung ke sini : Uncyclopedia. Banyak gambar aneh-aneh yang mengharuskan kita berpikir lebih banyak sambil tersenyum atau ke DHMO.
Mungkin ada yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Juli 15, 2007 pada 2:22 pm wah darwin ngaco nich, kok tega2 nya dia mengakui nenek moyangnya adalah KERA secara logika aja gak dapat diterima pap mungkin dia udah terlalu pinter y…??? wah klo semua orang berpendapat sepertiku pasti g ad orang yang mau pinter, emang gak maaaauuuu…. yang ada tuch Mau NGERTI@
Darwin nggak gitu-gitu amat sih?… Tidak bilang bahwa kita berasal dari kera. Cuma, emang dia termasuk yang kemudian menolak kehadiranNya (itu yang agor tahu).
Juli 16, 2007 pada 6:43 am euh… nikah sedarah ajah.. bisa gugur terus, cacat, idiot beu…sepertinyah ada proteksi tehadap pengunjung sel telur teh… memang haeckel teh kreatip sekali yah…@
Yap… logisnya karena faktor genetika resesif yang muncul beresiko melemahkan keturunan….
Juli 24, 2007 pada 11:44 am teori evolusi, sangat menarik untuk dikaji..apakah manusia dari kera..moga2 aja nggak he2..tapi apakah makhluk hidup beradaptasi dan secara fisik berubah mungkin iya. Pernah membaca katak atau reptil yang dalam kondisi tertentu(tidak ada lawan jenisnya) dapat berubah kelamin..atau jerapah yang lehernya panjang karena sering menjulurkan leher mencari daun yang lebih tinggi(bukan karena sering ngintip tetangga)..atau ikan yang bisa kamuflase dengan lingkungan sekitar…kedekatan genetis mungkin perlu juga dipertimbangkan…manusia adalah makhluk berpikir
salam
@
jerapah yang lehernya panjang karena sering menjulurkan leher mencari daun yang lebih tinggi –>
http://www.harunyahya.com/indo/anak/pesonaalamsatwa03.html#8
cukup jelas yang digambarkan oleh Oom Harun
Juli 27, 2007 pada 4:52 pm Eh, manusia2 picik, yg cuma tau teori dikit aja udah kasih analisa. Baca dulu ampe abis apa itu teori evolusi. Satu aja yg patut kalian ketahui……Menurut teori Darwin…..Manusia iru bukan dari kera….tapi dari mahkluk primata (sejenis kera) ..ya kera2 modern itu juga evolusi dari mahluk yg namanya primata itu. Kalau soal bukti……eh…udah banyak tuh penggalian fosil manusia purba yg memang mengarah manusia itu asalnya dari primata….Paham ga !!! Ga tau tapi sok tau@
Sebenarnya saya ingin menghapus komentar ini, karena tidak enak dibaca. Namun, saya pikir ada baiknya tetap ada. Meskipun bahasa komentarnya kurang menunjukkan kualitas dan pemahaman yang baik. Kecerdasan membaca memang diperlukan untuk memberikan komentar sebagai mahluk berbudaya.
Tapi gpplah… sekedar untuk mengingatkan bahwa tidak semua orang punya keterampilan membaca, berpikir, dan mengemukakan pendapat secara baik. Mudah-mudahan dikejap lain dapat tidak saja melek huruf, tetapi juga melek kombinasinya.
Agustus 26, 2007 pada 10:34 pm Saya agak kurang jelas mengapa ilmu genetika disebut bertentangan dengan teori evolusi. Bisa dijelaskan lebih jauh ? terima kasih.
http://en.wikipedia.org/wiki/Genetic_evolution
http://www.talkorigins.org/faqs/modern-synthesis.htmlSekadar koreksi, mungkin salah ketik, the descent of man terbit tahun 1871, bukan 1971, atau mungkin ada edisi revisi-nya ?
@
Yang saya pahami, genetika tidak mengubah menjadi sesuatu yang lain, tetapi merupakan ukuran-ukuran kepastian dalam kombinasinya.
the descent of man terbit tahun 1871 –> yap.. betul… trims koreksinya.
Agustus 27, 2007 pada 1:24 pm Tentang Haeckel dan gambar-gambarnya :http://www.talkorigins.org/faqs/wells/haeckel.html
Evolutionary theory is not founded on Haeckel’s observations or theories. Haeckel’s work was discredited in the 19 th century, and has not been relevant to biology since the rediscovery of Mendel’s laws of genetics. That the biogenetic law is false has been the consensus of biologists for over 100 years, and developmental biologists have been working constructively to provide alternative explanations, which have so far all been evolutionary in nature.
@
Yang jelas… saya harus membaca lagi nih…
September 19, 2007 pada 11:54 am bagus tetapi hurupnya kurang jelas@
Tekan tombol dan + bersama-sama, maka ukuran huruf membesar.
September 19, 2007 pada 12:11 pm lalu mengapa kita mirip dengan monyet? gimana ilmiahnya ? Mohon responnya thanks….ya@
Waduh, pertanyaan yang sulit. Sama sulitnya, mengapa helikopter mirip capung, pesawat udara komersial miring burung, unta mirip keledai, biawak mirip buaya, keledai mirip kuda. Semua mahluk diciptakan dari air…. atau lebih ke dalam lagi, Molekul intan dan karbon arang, mirip bahkan sama, yang membedakan hanya kerapihan struktur molekulnya…..
Oktober 3, 2007 pada 4:50 pm menurut w sbg orng cool,,,darwin g bener juga,cz kata dy manusia brasal dr monyet
brarti nabi adam monyet dwnk???
truz kata islam, nabi adam adalah manusia yang paling sempurna???
truz jd gmn tu???mungkin dr w cukup segitu aja,,,bye…bye…
by:dari orang cool,kepada lw-lw yang belum cool…………….
@
Mr. Cool, Nabi Adam seeh bukan monyet. Astagfirullah….
Oktober 23, 2007 pada 2:20 pm testing././
@
testing diterima…
Nopember 9, 2007 pada 4:48 pm TEORI DARWIN MEMANG BENAR KOQ, siapa yang mau bantah kalo darwin dan penganutnya itu berasal dari KERA sesuai dengan teori yang mereka cetuskan kaaan. AYO SIAPA yang berani bantah??kalo berani kirim email ke daud_al_ayyubi@yahoo.com
@
hmmm…
Januari 15, 2008 pada 11:55 pm Asslamualaikum
Saya kurang setuju dengan harun yahya yang selalu menyudutkan teori evolusi, sekitar tahun 1300-an ibn kaldun juga menjelaskan teori evolusi tetapi masih sangat sederhana seperti darwin.
kesalahan beberapa orang menganggap manusia dari kera, itu sangat keliru tetapi manusia satu nenek moyang dengan kera.
mengenai adam coba cermati kembali kata “akan AKU JADIKAN adam sebagai khalifah di bumi” bukan akan AKU CIPTAKAN ”
trus mengenai teori big bang AlQur’an menjelaskan urutan penciptaan Bumi-tumbuhan-binatang-manusia itu sesuai banget ma teori evolusi mungkin untuk lebih lanjut kita bisa diskusi by email kekuatansuper@yahoo.com oh…iya pak tolong dimuat ya komentar saya tar ustad ku biar mampir he… makasih
wassalamualaikum
Ass. Wr.Wb.
Mas Fahmi A…..
Tulisan Harun Yahya memang sangat menentang teori evolusi dengan beragam argumen. Mulai dari pandangan yang melatarbelakanginya sampai ke hal-hal yang berkenaan dengan masalah sosial, ras… Saya sendiri, terus terang tidak baca keseluruhan dari pandangan Harun Yahya mengenai “perbantahan” teori evolusi. Termasuk juga pembahasan mengenai Harun Yahya pada postingan di blog ini. Saya lebih suka melihat fakta-fakta (atau prasangkaan lainnya) dalam perdebatan mengenai teori ini.
Pada catatan lain, saya melihat ada site anti harun yahya. Terus terang saya tidak sependapat dengan model ini. Karena pola ini tidak mencerminkan cari menang-menangan. Kan lebih baik dikembangkan dari pendekatan membantah kembali atau berargumen pada objek persoalan, bukan pada manusia atau namanya. Lebih baik bilang, Teori Relativitas Einstein itu salah (dan berikan argumennya) dari pada bilang Anti Einstein….
Termasuk juga asumsi Manusia Berasal dari Kera… ah itukan jelas bukan bahasan tapi teman minum kopi saja…
. Juga yang mendukung teori evolusi juga tidak mau disebut anti tuhan.
Kita sering/terbiasa berpikir bahwa yang tidak sependapat mengenai teori evolusi adalah karena “mereka” (pendukung teori evolusi) menilai bahwa yang tidak sependapat itu karena mereka tidak mau disebut berasal dari kera
ah… bukan di situ. Namun, bagaimanapun tidak bisa lepas ada pandangan filosofis yang melatar belakangi pandangan tentang asal-usul manusia…
Mengenai dijadikan khalifah… bukan diciptakan….sepertinya kalimat dari ayat itu… adam dijadikan khalifah… dan memang bukan diciptakan…karena kalau diciptakan..khalifahnya diciptakan. Khalifah kan jabatan/posisi… intangible asset…
Terimakasih lho Mas Fahmi mau datang ke blog agor…
Januari 16, 2008 pada 12:14 am oh iya adalagi
mengenai genetika genetika memang tidak akan merubah sutu jenis mahkluk lain tapi dalam akumulasi yang cukup panjang akan kita lihat perubahan yang signifikan misalnya: ukuran manusia sekarang dengan dulu, ras, kecerdasan, dipapua ditemukan jenis-jenis spesies baru cuma karena hutan tersebut tertutup awan hal ini memaksa penghuni hutan itu harus menyesuaikan diri dengan lingkungan dan hal itu terjadi dalam waktu yang cukup panjang. bukankah itu evolusi
kekuatansuper@yahoo.com@
Evolution itu.. kalau nggak salah kurang lebih artinya perkembangan, berkembang dan yang sejenis itulah…
Jadi, memang bekerja dengan pemahaman ini… semua yang berkembang juga bisa saja diperdebatkan mengalami evolusi.
Berubah juga bisa berarti evolusi… yah.. bisa-bisa saja kok.
Barangkali yang menjadi menarik dari pembahasan yang berkenaan dengan darwin adalah pernyataan yang melatarbelakangi ucapan darwin ketika melahirkan teori evolusinya.
Namun, selalu ada pembelaan mengenai teori ini… jadi emang enak untuk berdiskusi sambil minum kopi hangat. Namun, tak usahlah kita saling mengkafirkan ya… itu kan hanya kerjaan dari orang yang kurang kerjaan saja…
Januari 16, 2008 pada 11:03 am Salam,
Firman Allah, yang menyatakan manusia berubah menjadi “kera” ada dua ayat dan jelas termasuk ayat-ayat muhkamaat, tentang peringatan kepada “Sebagian Bani Israil” atau sebagian Yahudi :Surat Al Baqarah ayat 65:
” Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: ‘Jadilah kamu kera yang hina’ “. ( QS 2:65)
Dan
Surat Al A’raaf ayat 166:
” Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: ‘Jadilah kamu kera yang hina’ ” (QS 7:166)
Sementara diayat yang lain:
” Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: ‘Jadilah!’ maka terjadilah ia ” (QS 36:82)
Yang menjadi pertanyaaan, apakah perilakunya seperti “KERA” atau memang menjadi “KERA” secara fisik ?!!
Selain itu yang patut diperhatikan adalah “kutukan Allah” terjadi jauh sebelum Nabi Isa a.s lahir. (jaman Nabi Musa a.s)
Namun apapun pilihannya, menurut pemahaman saya “Teori Darwin” adalah sebuah teori “penyangkalan” kepada dua ayat tersebut diatas yang dibungkus dengan rapih seolah-olah manusia adalah hasil Evolusi.
Pemahaman Darwinisme: dari “Kera” mejadi “Manusia”.
Pemahaman Al Qur’an: dari “Yahudi (manusia)” menjadi “Kera”.
Wassalam.
@
Perihal “… Jadilah kera yang hina…” ini memang hal yang menarik dan sangat boleh jadi kita tidak tahu (dan tidak akan pernah tahu). Namun, karena yang dinyatakan dalam AQ juga jelas maka saya percaya absolut saja…
Januari 28, 2008 pada 4:45 pm aduh aku bingung@
Sama, meski saya lebih percaya bahwa manusia itu diciptakan bukan melalui mutasi dari mahluk hidup lain. Namun, penjelasan dan uraian dari teori evolusi memberikan banyak pandangan mengenai sifat dan karakteristik, kesamaan antara mahluk hidup satu dengan lainnya. Bahkan sampai ke tingkat genetis….